Akurat
Pemprov Sumsel

Intelijen Amerika Bocorkan Bagaimana AS dan Israel Membunuh Ali Khamenei dan Sejumlah Petinggi Iran

Lufaefi | 4 Maret 2026, 05:34 WIB
Intelijen Amerika Bocorkan Bagaimana AS dan Israel Membunuh Ali Khamenei dan Sejumlah Petinggi Iran
Mendiang Ali Khamenei Petinggi Iran (istimewa)

AKURAT.CO Detail operasi yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei mulai terungkap. Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa Badan Intelijen Pusat AS (CIA) membagikan informasi lokasi kepada Israel sebelum serangan udara dilancarkan di Teheran, Sabtu (3/3/2026).

Laporan yang dikutip Al Jazeera menyebut, CIA memperoleh informasi mengenai pertemuan penting para petinggi militer Iran yang dihadiri Khamenei di sebuah kompleks pemerintahan di pusat Teheran. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Israel.

Menurut The New York Times, yang mengutip sumber anonim yang mengetahui operasi tersebut, data intelijen mengenai pertemuan Sabtu pagi menjadi faktor kunci dalam menentukan waktu serangan. Media CBS News juga melaporkan bahwa CIA membagikan data lokasi Khamenei kepada pihak Israel.

Presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya di Truth Social mengisyaratkan keterlibatan sistem intelijen Amerika. Ia menulis bahwa Khamenei “tidak dapat menghindari Sistem Intelijen dan Pelacakan Canggih kami dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu pun yang dapat ia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya, lakukan”.

Namun, anggota Kongres dari Partai Republik, Mike Turner, mengatakan kepada CBS bahwa Amerika tidak secara langsung menargetkan Khamenei. Ia menyebut Menteri Luar Negeri AS telah menegaskan bahwa “kami tidak menargetkan Khamenei, dan kami tidak menargetkan kepemimpinan di Iran”.

Baca Juga: Negara-negara yang Telah Dibom Amerika Sejak 2001, Total Kematian Lebih dari 940.000 Orang

Kronologi Serangan

Serangan terjadi sekitar pukul 09.40 waktu Teheran. Jet tempur Israel dilaporkan lepas landas beberapa jam sebelumnya dan menjatuhkan amunisi presisi jarak jauh di kompleks yang menjadi lokasi pertemuan.

Dalam pengarahan resmi, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine menyebut Komando Siber dan Komando Antariksa AS lebih dulu melakukan operasi non-kinetik. “Pihak pertama yang bertindak adalah Komando Siber dan Komando Antariksa AS, yang menerapkan efek non-kinetik, mengganggu, menurunkan, dan membutakan kemampuan Iran untuk melihat, berkomunikasi, dan merespons,” ujarnya.

Citra satelit pasca-serangan menunjukkan kerusakan parah pada bangunan kompleks tersebut.

Baca Juga: Jurnalis CNN Turki Diculik Tentara Israel Saat Siaran Langsung Kerusakan Tel Aviv

Pejabat Senior Turut Tewas

Selain Khamenei, sedikitnya 13 pejabat tinggi pertahanan Iran dilaporkan tewas, termasuk sejumlah komandan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pejabat keamanan nasional. Di antaranya Mohammad Pakpour, Azis Nasirzadeh, serta Ali Shamkhani.

Bulan Sabit Merah Iran menyebut hingga Senin sedikitnya 787 orang tewas akibat rangkaian serangan, termasuk korban di fasilitas sipil.

Eskalasi Berlanjut

Serangan tersebut memicu gelombang balasan dari Iran terhadap target Israel dan aset militer AS di kawasan Teluk. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan operasi itu diperlukan untuk melumpuhkan ambisi nuklir dan rudal Iran.

Presiden Trump menegaskan serangan akan berlanjut hingga tujuan yang ia sebut sebagai “perdamaian di Timur Tengah” tercapai.

Kematian Khamenei menandai babak baru konflik terbuka antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, sekaligus membuka proses suksesi kepemimpinan di Teheran yang kini dipimpin dewan sementara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi