Akurat
Pemprov Sumsel

Jurnalis Palestina: Pembunuhan Ali Khamenei Menguntungkan Netanyahu, Tapi Tidak untuk Trump

Lufaefi | 4 Maret 2026, 11:52 WIB
Jurnalis Palestina: Pembunuhan Ali Khamenei Menguntungkan Netanyahu, Tapi Tidak untuk Trump
Mendiang Ali Khamenei, Mantan Pimpinan Tertinggi Iran (istimewa)

AKURAT.CO Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dinilai memberi keuntungan politik bagi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, namun tidak membawa manfaat serupa bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Penilaian tersebut disampaikan jurnalis Palestina, Daoud Kuttab, dalam artikel opininya yang dimuat Al Jazeera pada 2 Maret 2026.

Kuttab menulis bahwa pembunuhan seorang pemimpin musuh kerap memberi dorongan politik jangka pendek di tengah perang. Ia menyebut Netanyahu kemungkinan menikmati lonjakan dukungan domestik setelah kematian Khamenei. Namun, menurutnya, situasi itu berbeda bagi Trump.

“Presiden AS dapat membual tentang membunuh seorang pemimpin berusia 86 tahun dari negara jauh,” tulis Kuttab.

Namun ia menambahkan bahwa langkah tersebut berisiko dipandang publik Amerika sebagai keterlibatan dalam perang mahal yang tidak menghadirkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat.

Baca Juga: Korps Garda Revolusi Islam Iran Klaim Tewaskan 680 Tentara Israel

Secara tidak langsung, Kuttab menilai Trump menghadapi tekanan domestik yang lebih besar dibanding Netanyahu. Di tengah persoalan ekonomi dan biaya hidup di AS, pengeluaran miliaran dolar untuk operasi militer dinilai dapat memicu pertanyaan publik mengenai prioritas kebijakan luar negeri Washington.

Kuttab juga mengingatkan bahwa strategi pemenggalan kepala kepemimpinan di Timur Tengah kerap menimbulkan konsekuensi jangka panjang yang tidak terduga. Ia mencontohkan pengalaman di Irak dan Libya, di mana runtuhnya kepemimpinan justru membuka ruang kekacauan dan memperkuat aktor-aktor bersenjata non-negara.

Menurutnya, sangat mungkin pengganti Khamenei tidak akan lebih moderat atau lebih terbuka terhadap negosiasi. Bahkan, situasi pasca-pembunuhan bisa memicu ketidakstabilan yang berdampak luas terhadap kawasan dan sekutu-sekutu AS.

Baca Juga: Donald Trump Blak-Blakan Jengkel dengan PM Starmer: Inggris Tidak Kooperatif, Tidak Seperti Churchill!

“Strategi pembunuhan dan pemenggalan kepala tidak berhasil,” tulis Kuttab, seraya menyatakan harapannya agar Washington belajar dari pengalaman masa lalu.

Ia menegaskan bahwa meskipun langkah tersebut bisa menjadi kemenangan politik jangka pendek bagi Netanyahu, bagi Trump risiko politik dan strategisnya jauh lebih besar dalam jangka menengah dan panjang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi