Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain karena Dianggap Bantu Militer AS

AKURAT.CO Pusat data Amazon di Bahrain menjadi sasaran serangan yang diklaim dilakukan oleh Garda Revolusi Iran (IRGC). Media pemerintah Iran menyebut serangan itu terkait dugaan dukungan perusahaan tersebut terhadap militer Amerika Serikat.
Unit komputasi awan Amazon, Amazon Web Services (AWS), sebelumnya mengonfirmasi bahwa salah satu fasilitasnya di Bahrain mengalami kerusakan akibat serangan drone di sekitar lokasi pada Minggu lalu. Selain itu, dua pusat data AWS di Uni Emirat Arab dilaporkan mengalami kerusakan setelah terkena serangan drone secara langsung.
Berdasarkan pembaruan di laman pemantauan layanan AWS, seluruh fasilitas tersebut masih dalam kondisi offline. Gangguan ini berdampak pada sejumlah layanan berbasis cloud yang digunakan pelanggan di kawasan tersebut.
Kantor berita Iran, Fars News Agency, melalui kanal Telegramnya menyatakan serangan di Bahrain dilakukan untuk “mengidentifikasi peran pusat-pusat ini dalam mendukung aktivitas militer dan intelijen musuh.” Pernyataan itu muncul setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir pekan lalu, yang kemudian dibalas Teheran dengan menargetkan pangkalan AS dan Israel di kawasan Teluk.
Amazon menolak memberikan komentar terkait klaim tersebut. Namun perusahaan mengakui selain kerusakan struktural, pusat data juga mengalami gangguan listrik serta kerusakan akibat air saat tim pemadam kebakaran memadamkan percikan api dan kebakaran di lokasi.
Sejumlah aplikasi populer AWS dilaporkan mengalami peningkatan tingkat kesalahan dan penurunan ketersediaan layanan akibat insiden tersebut. AWS telah mengimbau para pelanggan untuk mencadangkan data, mempertimbangkan pemindahan beban kerja ke wilayah lain, serta mengalihkan lalu lintas data dari Bahrain dan Uni Emirat Arab.
AWS meluncurkan wilayah layanannya di Bahrain pada 2019 dan menjadi tuan rumah berbagai sistem penting, termasuk untuk instansi pemerintah setempat. Amazon juga memiliki kantor korporat di Bahrain yang mayoritas ditempati karyawan AWS.
Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, Amazon pekan ini menginstruksikan seluruh karyawan korporatnya di Timur Tengah untuk bekerja dari rumah dan mengikuti pedoman pemerintah setempat.
Sumber: CNBC
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









