Akurat
Pemprov Sumsel

Longsor di Tambang Coltan Kongo Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Puluhan Anak Jadi Korban

Fitra Iskandar | 5 Maret 2026, 09:31 WIB
Longsor di Tambang Coltan Kongo Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Puluhan Anak Jadi Korban
Longsor di tambang coltan Kongo. Foto: AA

AKURAT.CO Jumlah korban tewas akibat longsor di lokasi tambang coltan di timur Republik Demokratik Kongo (DRC) melampaui 200 orang. Otoritas setempat pada Rabu mengumumkan sekitar 70 anak termasuk di antara korban meninggal.

Longsor terjadi pada Selasa di area pertambangan Rubaya, Provinsi Kivu Utara. Material tanah dan bebatuan menimbun para penambang, pedagang makanan, serta pelaku usaha kecil yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Sebagian besar korban merupakan penambang tradisional yang menggali coltan secara manual. Lokasi tambang tersebut berada sekitar 70 kilometer sebelah barat ibu kota provinsi, Goma.

Kementerian Pertambangan dalam pernyataannya menyebut jumlah korban masih bersifat sementara dan kemungkinan bertambah. “Data sementara menunjukkan lebih dari 200 orang meninggal dunia, termasuk sekitar 70 anak di bawah umur. Sejumlah korban luka telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan,” demikian keterangan resmi kementerian.

Baca Juga: Tragedi Longsor Salju di AS: 8 Pemain Ski Tewas, Satu Dilaporkan Masih Hilang

Media lokal mengutip kesaksian seorang penambang yang selamat. Ia mengatakan salah satu lubang tambang mulai runtuh secara perlahan sebelum akhirnya ambruk total dalam hitungan detik dan menimbun banyak orang.

Kawasan pertambangan tersebut dikenal kaya mineral seperti coltan, kasiterit, emas, dan turmalin. Sejak 2024, wilayah itu berada di bawah kendali kelompok pemberontak M23.

Pemerintah Kongo mengecam kondisi kerja yang disebutnya “rentan dan tidak teratur” akibat ketiadaan otoritas negara di lokasi tersebut. Pemerintah juga menuding adanya eksploitasi mineral ilegal oleh kelompok pemberontak.

Insiden ini terjadi hanya beberapa bulan setelah bencana serupa melanda lokasi yang sama pada Januari lalu. Berdasarkan laporan media lokal, peristiwa sebelumnya menewaskan lebih dari 400 orang.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.