Sejarah Kemesraan Baku dan Tel Aviv, Akankah Azerbaijan Bergabung Menyerang Iran Setelah Dihantam Drone?

AKURAT.CO Ketegangan di kawasan Timur Tengah dan Kaukasus kembali meningkat setelah Azerbaijan menuduh Iran melancarkan serangan drone ke wilayahnya. Insiden tersebut memicu spekulasi bahwa Baku berpotensi semakin dekat dengan blok negara yang berseberangan dengan Teheran, termasuk Israel.
Di tengah situasi tersebut, muncul pertanyaan baru apakah Azerbaijan akan terlibat lebih jauh dalam konflik melawan Iran, mengingat hubungan strategis yang telah lama terjalin antara Baku dan Tel Aviv.
Tuduhan Serangan Drone Iran
Pemerintah Azerbaijan melaporkan dua drone yang berasal dari wilayah Iran menyerang kawasan eksklave Nakhchivan. Serangan dilaporkan menghantam sebuah bandara dan area dekat sekolah, Kamis (5/3).
Selain itu, otoritas keamanan Azerbaijan juga menuduh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merencanakan serangkaian aksi teror di dalam negeri, termasuk terhadap target yang berkaitan dengan Israel.
"Hari ini terjadi aksi teror dari pihak Iran terhadap wilayah Azerbaijan," kata Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev.
“Sudah diinstruksikan untuk mempersiapkan dan melaksanakan tindakan pembalasan dan ditempatkan pada tingkat mobilisasi nomor satu, dan harus siap untuk melakukan operasi apa pun," kata Aliyev.
Baca Juga: Tahap Pertama, 32 WNI Dievakuasi dari Iran Lewat Azerbaijan
Iran sendiri membantah tuduhan tersebut. Dalam percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak pernah berniat menyerang Azerbaijan.
“Iran tidak pernah menargetkan negara tetangganya,” kata Pezeshkian. Ia juga menyebut tuduhan tersebut sebagai upaya merusak hubungan antarnegara di kawasan.
Meski demikian, insiden tersebut kembali menyoroti hubungan erat antara Azerbaijan dan Israel, yang selama puluhan tahun berkembang dalam bidang energi, militer, dan intelijen.
Kemitraan Lama Baku–Tel Aviv
Hubungan Azerbaijan dan Israel mulai terbentuk sejak awal 1990-an setelah Azerbaijan merdeka dari Uni Soviet. Sejak saat itu, kedua negara membangun kemitraan strategis yang berfokus pada sektor pertahanan dan intelijen.
Baca Juga: Presiden Zelensky Mengaku Amerika Serikat Meminta Bantuan Ukraina "Tutorial" Menangkal Drone Iran
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev pernah menggambarkan hubungan tersebut seperti “gunung es”. Menurutnya, sebagian besar kerja sama kedua negara tidak terlihat publik.
Baca Juga: Di Tengah Kontak Diplomatik yang Intens Riyadh–Teheran, Arab Saudi Cegat Rudal dan Drone Iran
Israel menjadi salah satu pemasok utama persenjataan bagi militer Azerbaijan, sementara Azerbaijan menjadi pemasok minyak penting bagi Israel.
Kerja sama tersebut semakin terlihat ketika teknologi militer Israel—terutama drone tempur—digunakan secara luas oleh Azerbaijan dalam Perang Karabakh Kedua pada 2020, yang berakhir dengan kemenangan Baku atas Armenia.
Ketergantungan Energi Israel pada Azerbaijan
Selain sektor militer, hubungan kedua negara juga sangat kuat dalam bidang energi.
Minyak dari Laut Kaspia diangkut melalui pipa Baku–Tbilisi–Ceyhan menuju Laut Mediterania sebelum dikirim ke Israel. Dalam beberapa tahun terakhir, Azerbaijan menjadi salah satu pemasok minyak terbesar bagi negara tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









