Trump Mengeluh Negara-negara yang Sudah Dibantunya Enggan Kirim Kapal ke Selat Hormuz

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluhkan sikap sejumlah negara sekutu yang dinilai enggan membantu pengamanan di Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Senin (16/3/2026), sebagaimana dikutip dari ANTARA.
“Banyak negara telah memberi tahu saya bahwa mereka sedang menuju lokasi, beberapa sangat antusias, beberapa tidak. Beberapa adalah negara yang telah kami bantu selama bertahun-tahun,” kata Trump.
Ia mengaku telah meminta sejumlah negara untuk mengirimkan kapal penyapu ranjau guna menjaga jalur pelayaran strategis tersebut. Namun, respons yang diterima dinilai tidak memuaskan.
Baca Juga: Di Tengah Perang, Netanyahu Ucapkan Selamat Tahun Baru Persia kepada Rakyat Iran
“Kami ingin tahu, ‘Apakah Anda memiliki kapal penyapu ranjau?’ Mereka menjawab, ‘Kami lebih suka tidak terlibat.’ Selama 40 tahun, kami melindungi Anda, dan Anda tidak ingin terlibat dalam hal yang sangat kecil,” ujarnya.
Sebelumnya, Trump diketahui meminta sejumlah negara seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk mengirimkan kapal perang ke kawasan tersebut.
Di sisi lain, laporan media internasional menyebut beberapa negara, termasuk Prancis, tengah menyiapkan misi bersama untuk menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Trump juga menyinggung komitmen aliansi NATO yang menurutnya belum tentu akan memberikan dukungan kepada Amerika Serikat dalam situasi ini.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran pada akhir Februari, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Baca Juga: Israel Hanya Sanggup Perang Tiga Pekan Lagi, Iran Tolak Gencatan Senjata
Eskalasi konflik tersebut berdampak langsung pada Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sebagian besar distribusi minyak dan gas dunia, sehingga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









