Akurat Logo

Trump Mengeluh Negara-negara yang Sudah Dibantunya Enggan Kirim Kapal ke Selat Hormuz

Lufaefi | 17 Maret 2026, 13:17 WIB
Trump Mengeluh Negara-negara yang Sudah Dibantunya Enggan Kirim Kapal ke Selat Hormuz
PM Israel Donald Trump (istimewa)

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluhkan sikap sejumlah negara sekutu yang dinilai enggan membantu pengamanan di Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Senin (16/3/2026), sebagaimana dikutip dari ANTARA.

“Banyak negara telah memberi tahu saya bahwa mereka sedang menuju lokasi, beberapa sangat antusias, beberapa tidak. Beberapa adalah negara yang telah kami bantu selama bertahun-tahun,” kata Trump.

Ia mengaku telah meminta sejumlah negara untuk mengirimkan kapal penyapu ranjau guna menjaga jalur pelayaran strategis tersebut. Namun, respons yang diterima dinilai tidak memuaskan.

Baca Juga: Di Tengah Perang, Netanyahu Ucapkan Selamat Tahun Baru Persia kepada Rakyat Iran

“Kami ingin tahu, ‘Apakah Anda memiliki kapal penyapu ranjau?’ Mereka menjawab, ‘Kami lebih suka tidak terlibat.’ Selama 40 tahun, kami melindungi Anda, dan Anda tidak ingin terlibat dalam hal yang sangat kecil,” ujarnya.

Sebelumnya, Trump diketahui meminta sejumlah negara seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk mengirimkan kapal perang ke kawasan tersebut.

Di sisi lain, laporan media internasional menyebut beberapa negara, termasuk Prancis, tengah menyiapkan misi bersama untuk menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Trump juga menyinggung komitmen aliansi NATO yang menurutnya belum tentu akan memberikan dukungan kepada Amerika Serikat dalam situasi ini.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran pada akhir Februari, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Baca Juga: Israel Hanya Sanggup Perang Tiga Pekan Lagi, Iran Tolak Gencatan Senjata

Eskalasi konflik tersebut berdampak langsung pada Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sebagian besar distribusi minyak dan gas dunia, sehingga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi