Jika Berlanjut hingga Juni, Perang Iran Ancam Tambah 45 Juta Orang Kelaparan Akut
AKURAT.CO Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) memperingatkan puluhan juta orang tambahan berpotensi mengalami kelaparan akut apabila perang di Iran terus berlangsung hingga Juni 2026.
Peringatan itu disampaikan berdasarkan analisis WFP yang dirilis pada Selasa (18/3), di tengah dampak meluas dari serangan AS-Israel ke Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Wakil Direktur Eksekutif WFP Carl Skau mengatakan konflik tersebut telah mengganggu jalur utama distribusi bantuan kemanusiaan, sehingga pengiriman bantuan penyelamat jiwa ke sejumlah wilayah krisis terburuk di dunia ikut tertunda.
Menurut dia, lonjakan harga pangan, minyak, dan biaya pengiriman akibat perang diperkirakan mendorong tambahan 45 juta orang ke dalam kondisi kelaparan akut. Jika proyeksi itu terjadi, total jumlah penduduk dunia yang menghadapi kelaparan akut akan melampaui rekor saat ini, yakni 319 juta orang.
“Ini akan membawa tingkat kelaparan global ke rekor tertinggi sepanjang masa dan itu prospek yang sangat, sangat mengerikan,” kata Skau kepada wartawan di Jenewa.
Baca Juga: Krisis Pangan Memburuk, 55 Juta Warga Afrika Barat dan Tengah Terancam Kelaparan Akut
Ia menambahkan, bahkan sebelum perang pecah, dunia sebenarnya sudah berada dalam situasi yang sangat genting.
“Sudah sebelum perang ini, kita berada dalam badai sempurna ketika kelaparan belum pernah separah sekarang, baik dari sisi jumlah maupun kedalaman krisisnya,” ujarnya.
Skau menjelaskan, biaya pengiriman WFP telah naik 18 persen sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari. Selain itu, sebagian jalur pengiriman juga terpaksa dialihkan akibat gangguan keamanan dan logistik di kawasan.
Kenaikan biaya tersebut, lanjut dia, terjadi di saat WFP juga menghadapi pemangkasan anggaran yang dalam, seiring perubahan prioritas negara-negara donor yang kini lebih banyak mengalokasikan dana untuk sektor pertahanan.
Kondisi itu dikhawatirkan semakin membatasi kemampuan lembaga PBB tersebut dalam merespons krisis pangan global yang terus memburuk.
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








