Israel Serang Ladang Gas South Pars, Iran Ancam Target-Target Minyak dan Gas di Kawasan Teluk

AKURAT.CO Iran menuduh Israel menyerang fasilitas di ladang gas raksasa South Pars pada Rabu, dalam eskalasi besar perang AS-Israel melawan Teheran yang memicu lonjakan harga minyak dunia. Sebagai balasan, Iran mengancam akan menyerang target-target minyak dan gas di seluruh kawasan Teluk, serta menembakkan rudal ke Qatar dan Arab Saudi.
QatarEnergy melaporkan kerusakan luas setelah Kota Industri Ras Laffan, pusat industri energi Qatar, dihantam rudal Iran. Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan empat rudal balistik yang diluncurkan ke arah Riyadh pada Rabu, serta menggagalkan serangan drone ke fasilitas gas di wilayah timur negara itu.
South Pars merupakan sektor Iran dari cadangan gas alam terbesar di dunia yang dibagi bersama Qatar di kawasan Teluk. Menanggapi serangan itu, Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam serangan Israel ke fasilitas South Pars Iran sebagai tindakan “berbahaya dan tidak bertanggung jawab”. Doha juga mengutuk serangan Iran ke wilayahnya sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap hukum internasional, dan mengusir dua diplomat senior Iran.
Eskalasi terbaru ini memperparah gangguan pasokan energi global yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekaligus meningkatkan tekanan politik terhadap Presiden AS Donald Trump, yang bergabung dengan Israel menyerang Iran hampir empat pekan lalu. Harga solar di AS dilaporkan telah menembus 5 dolar AS per galon, level tertinggi sejak lonjakan inflasi 2022 yang sempat menggerus dukungan terhadap pendahulunya, Joe Biden.
Baca Juga: Oman Meminta Sekutu untuk Mengeluarkan Amerika Serikat dari Perang dengan Iran
Konflik dengan cepat meluas ke negara-negara tetangga dan telah menghentikan pengiriman dari kawasan penghasil energi terpenting di dunia. Situasi ini kini berisiko menimbulkan kerusakan jangka panjang pada infrastruktur energi regional. Harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 5 persen hingga melampaui 108 dolar AS per barel, sementara pasar saham bergerak melemah.
Di Washington, Kepala Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard mengatakan kepada Kongres bahwa pemerintahan Iran telah melemah sejak perang dimulai pada 28 Februari. Namun, menurut dia, struktur pemerintah Iran masih utuh dan Teheran beserta kelompok proksinya masih mampu menyerang pangkalan militer AS serta kepentingan Washington lainnya di Timur Tengah.
Israel sejauh ini belum mengklaim secara terbuka bertanggung jawab atas serangan ke South Pars. Namun, Wall Street Journal melaporkan Presiden Donald Trump mengetahui rencana Israel untuk menyerang ladang gas tersebut dan mendukungnya, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








