Akurat
Pemprov Sumsel

PM Australia Anthony Albanese Diusir Massa saat Hadiri Salat Id di Masjid Lakemba

Fitra Iskandar | 20 Maret 2026, 16:32 WIB
PM Australia Anthony Albanese Diusir Massa saat Hadiri Salat Id di Masjid Lakemba
PM Australia Anthony Albanese. Foto: Reuters

AKURAT.CO Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mendapat sorakan dan ejekan dari sejumlah massa saat menghadiri salat Idulfitri di Masjid Lakemba, Sydney barat, Jumat (20/3). Aksi itu dipicu kemarahan sebagian warga atas sikap pemerintah Australia terhadap serangan Israel di Gaza.

Albanese datang ke masjid terbesar di Australia itu bersama Menteri Dalam Negeri Tony Burke untuk mengikuti perayaan Idulfitri bersama ribuan jemaah. Namun sekitar 15 menit setelah keduanya bergabung, suasana acara terganggu oleh aksi protes dari sejumlah orang di dalam kerumunan.

Dalam rekaman video yang beredar, para demonstran meneriakkan “keluar!” kepada Albanese dan Burke. Mereka juga menyebut keduanya sebagai “pendukung genosida”, merujuk pada serangan Israel ke Gaza yang menewaskan banyak warga Palestina setelah serangan Hamas pada 2023.

Salah satu panitia acara sempat menenangkan massa dan meminta jemaah tetap tenang. Panitia juga mengingatkan bahwa Idulfitri adalah hari kemenangan dan sukacita bagi umat Muslim.

Seorang petugas keamanan terlihat menjatuhkan salah satu pengunjuk rasa ke tanah sebelum membawanya keluar dari lokasi. Saat Albanese dan Burke meninggalkan area masjid, sejumlah demonstran kembali meneriakkan kecaman kepada mereka.

Baca Juga: Albanese, Perdana Menteri Australia Pertama yang Menikah Saat Masih Menjabat

Meski demikian, Albanese menilai acara di Masjid Lakemba secara keseluruhan berlangsung sangat positif. Ia mengatakan insiden itu hanya melibatkan segelintir orang di tengah sekitar 30.000 peserta yang hadir.

“Kalau hanya ada beberapa orang yang meneriakkan protes di tengah kerumunan 30.000 orang, maka itu harus dilihat dalam konteks tersebut,” kata Albanese kepada wartawan.

Menurut Albanese, sebagian kekecewaan massa juga dipicu keputusan pemerintah Australia pada bulan ini yang menetapkan organisasi Islamis Hizb ut-Tahrir sebagai kelompok kebencian terlarang. Kebijakan itu diambil berdasarkan undang-undang yang diperketat setelah penembakan massal mematikan di Bondi Beach, Sydney, pada 14 Desember.

Ketegangan terkait isu Gaza sebelumnya juga terlihat pada Februari lalu saat Presiden Israel Isaac Herzog berkunjung ke Sydney atas undangan Albanese. Kunjungan itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada komunitas Yahudi Australia yang disebut menjadi sasaran serangan bersenjata yang terinspirasi ISIS dalam insiden Bondi.

Saat itu, ribuan orang turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa di Sydney. Sebanyak 27 orang ditangkap setelah bentrokan dengan polisi.

Sumber: Reuters

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.