Bantah Klaim Trump soal Pembicaraan “Produktif” dengan AS, Iran: Tidak Ada Negosiasi, Itu Berita Palsu!

AKURAT.CO Pejabat tinggi Iran membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim telah terjadi komunikasi “produktif” untuk mengakhiri perang.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan Washington. Pernyataan itu disampaikan melalui media sosial pada Senin.
“Tidak ada negosiasi dengan AS. Berita palsu digunakan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta mengalihkan perhatian dari situasi sulit yang dihadapi AS dan Israel,” tulisnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei. Ia menyebut tidak ada pembicaraan langsung dengan AS, meski mengakui adanya pesan yang disampaikan melalui sejumlah negara sahabat terkait permintaan negosiasi dari Washington.
Penolakan ini muncul saat konflik antara AS dan Israel melawan Iran memasuki pekan keempat. Militer Israel pada Senin melaporkan telah melancarkan serangan terbaru ke ibu kota Iran, Teheran.
Di sisi lain, Iran terus meluncurkan rudal dan drone ke berbagai wilayah di Timur Tengah serta menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Kondisi ini mendorong lonjakan harga energi global dan meningkatkan kekhawatiran dampak ekonomi secara luas.
Baca Juga: Trump Tunda Serangan ke Infrastruktur Energi Iran, Klaim Sudah Ada Komunikasi dengan Teheran
Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan menghancurkan fasilitas energi Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Namun pada Senin, ia menyatakan telah memerintahkan penundaan serangan selama lima hari, dengan alasan adanya pembicaraan yang sedang berlangsung.
Trump juga mengaku AS telah berkomunikasi dengan “tokoh penting” di Iran, tanpa merinci identitasnya. Ia menyebut peluang kesepakatan masih terbuka, namun tidak menutup kemungkinan operasi militer dilanjutkan jika upaya diplomasi gagal.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan telah berbicara dengan Trump dan menilai ada peluang memanfaatkan situasi konflik untuk mencapai kesepakatan. Meski demikian, ia menegaskan Israel tetap melanjutkan serangan di Iran dan Lebanon demi menjaga kepentingan strategisnya.
Di tengah eskalasi, sejumlah negara di kawasan dilaporkan mendorong upaya deeskalasi. Pengamat menilai berbagai inisiatif mediasi tengah dilakukan oleh negara-negara seperti Pakistan, Mesir, dan Turki untuk membuka jalan menuju kerangka perundingan.
Namun hingga kini, efektivitas upaya tersebut di lapangan masih belum jelas, seiring konflik yang terus berlangsung dan saling serang antara pihak-pihak yang terlibat.
Sumber: Aljazeera
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








