Daftar Negara yang Boleh Melintasi Selat Hormuz, Siapa Saja yang Diizinkan Iran?

AKURAT.CO Ketika jalur minyak paling vital di dunia tiba-tiba “disaring”, dampaknya bukan cuma urusan geopolitik—tapi bisa langsung terasa sampai ke harga BBM yang kamu bayar. Di tengah ketegangan kawasan, kebijakan Iran yang hanya mengizinkan negara tertentu melintas di Selat Hormuz langsung jadi sorotan global.
Banyak yang mulai bertanya: negara yang boleh melintasi Selat Hormuz itu siapa saja, dan kenapa tidak semua negara diizinkan? Situasi ini bukan sekadar soal pelayaran, tapi juga tentang kekuatan politik, aliansi, dan kendali atas jalur energi dunia.
Negara yang Boleh Melintasi Selat Hormuz
Berdasarkan pernyataan resmi Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang dikutip dari The Economic Times, Iran hanya mengizinkan pelayaran bagi negara-negara yang dianggap “bersahabat”.
Daftar negara yang diizinkan melintas Selat Hormuz:
China
Rusia
India
Irak
Pakistan
Malaysia (dikonfirmasi terpisah)
Araghchi menyatakan secara langsung, “Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan.”
Daftar Negara yang Diizinkan Iran Melintasi Selat Hormuz
Kebijakan ini bukan rumor, melainkan pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui akun media sosial Konsulat Iran dan dilaporkan media internasional. Iran secara terbuka memilih negara yang bisa tetap mengakses jalur vital tersebut.
Langkah ini menunjukkan bahwa Selat Hormuz kini tidak lagi sepenuhnya netral, melainkan mulai dipengaruhi kepentingan politik dan hubungan bilateral.
Kenapa Iran Hanya Mengizinkan Negara Tertentu?
Keputusan Iran bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor utama yang menjadi dasar:
1. Aliansi Geopolitik
Negara seperti China dan Rusia dikenal memiliki hubungan strategis dengan Iran, baik secara ekonomi maupun militer.
2. Tekanan Konflik Regional
Ketegangan di kawasan membuat Iran menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tawar dalam konflik.
3. Kepentingan Ekonomi dan Energi
Dengan mengontrol siapa yang boleh lewat, Iran secara tidak langsung mengatur distribusi minyak global.
Dengan kata lain, Selat Hormuz kini berubah dari jalur perdagangan menjadi “kartu kekuatan” geopolitik.
Dampak Penutupan Selat Hormuz terhadap Dunia
Efeknya tidak main-main. Jalur ini mengalirkan sebagian besar minyak dunia, sehingga gangguan sedikit saja bisa memicu efek domino.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengingatkan bahwa penutupan berkepanjangan telah mengganggu pasokan penting.
Ia menyatakan bahwa kondisi ini berdampak pada:
Distribusi minyak dan gas global
Ketersediaan pupuk untuk pertanian
Stabilitas pangan dunia
Dalam pernyataannya, Guterres menegaskan, “Cara terbaik untuk meminimalkan dampak tersebut sudah jelas: akhiri perang sekarang juga.”
Posisi Malaysia dan Negara Lain di Tengah Krisis
Di tengah situasi ini, Malaysia menjadi salah satu negara yang mendapat pengecualian.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyampaikan bahwa kapal tanker Malaysia telah diizinkan melintas setelah komunikasi dengan berbagai pemimpin kawasan, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Anwar mengatakan secara langsung, “Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang.”
Langkah ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih menjadi kunci di tengah konflik.
Insight: Selat Hormuz Kini Jadi “Senjata Geopolitik”
Ada satu hal yang tidak bisa diabaikan—Selat Hormuz kini bukan sekadar jalur laut.
Ketika akses dibatasi berdasarkan “kedekatan politik”, artinya:
Energi bisa dijadikan alat tekanan
Negara yang tidak punya akses akan rentan krisis
Ketergantungan dunia pada satu jalur semakin terlihat berbahaya
Ini membuka mata bahwa stabilitas global ternyata bergantung pada titik sempit yang sangat rentan konflik.
Simulasi Dampak: Bagaimana Jika Indonesia Tidak Diizinkan?
Bayangkan skenario sederhana:
Jika Indonesia tidak masuk daftar negara yang boleh melintasi Selat Hormuz:
Impor minyak bisa terganggu
Harga BBM berpotensi naik
Biaya logistik melonjak
Harga bahan pokok ikut terdorong
Dampaknya tidak langsung terasa dalam sehari, tapi perlahan bisa menekan ekonomi masyarakat.
Kenapa Isu Ini Penting untuk Kamu?
Masalah ini mungkin terlihat jauh, tapi efeknya sangat dekat.
Selat Hormuz mengontrol:
Sekitar 20% pasokan minyak dunia
Jalur utama energi global
Artinya, setiap kebijakan di sana bisa berdampak ke:
Harga bensin
Tarif transportasi
Biaya hidup sehari-hari
Bukan hanya urusan negara besar—ini juga soal dapur rumah tangga.
Penutup: Dunia Sedang Menguji Ketergantungannya
Situasi di Selat Hormuz memperlihatkan satu kenyataan penting—dunia masih sangat bergantung pada jalur sempit yang mudah terguncang konflik.
Ketika akses mulai dipilih berdasarkan kepentingan politik, pertanyaannya bukan lagi “siapa yang boleh lewat”, tapi siapa yang akan terdampak berikutnya.
Pantau terus perkembangan situasi ini, karena perubahan kecil di satu titik bisa membawa efek besar ke seluruh dunia.
Baca Juga: Krisis Selat Hormuz, Iran Minta Kapal Korea Selatan Ajukan Izin Sebelum Melintas
Baca Juga: Tak Gentar! Iran Tantang Balik AS Setelah Trump Ultimatum Buka Selat Hormuz
FAQ
1. Apa itu Selat Hormuz dan kenapa jalur ini sangat penting?
Selat Hormuz adalah jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan laut lepas dan menjadi rute utama pengiriman minyak dunia. Sekitar 20% pasokan minyak global melewati jalur ini, sehingga setiap gangguan langsung berdampak pada harga energi dan stabilitas ekonomi global.
2. Negara mana saja yang boleh melintasi Selat Hormuz saat ini?
Berdasarkan kebijakan Iran, negara yang diizinkan melintasi Selat Hormuz adalah China, Rusia, India, Irak, Pakistan, serta Malaysia. Daftar ini mengacu pada negara-negara yang dianggap memiliki hubungan baik atau “bersahabat” dengan Iran dalam konteks geopolitik saat ini.
3. Kenapa Iran membatasi negara yang boleh lewat Selat Hormuz?
Iran membatasi akses Selat Hormuz sebagai bagian dari strategi geopolitik dan keamanan di tengah konflik kawasan. Dengan hanya mengizinkan negara tertentu, Iran bisa menjaga kepentingan nasional sekaligus menggunakan jalur ini sebagai alat negosiasi dalam hubungan internasional dan tekanan global.
4. Apakah Indonesia boleh melintasi Selat Hormuz?
Hingga saat ini, Indonesia belum disebut dalam daftar negara yang boleh melintasi Selat Hormuz oleh Iran. Artinya, posisi Indonesia masih belum jelas dan berpotensi terdampak jika pembatasan ini berlangsung lama, terutama dalam hal impor energi.
5. Apa dampak pembatasan Selat Hormuz terhadap ekonomi dunia?
Pembatasan akses Selat Hormuz dapat menyebabkan gangguan distribusi minyak, gas, dan bahkan pupuk global. Dampaknya bisa berupa kenaikan harga energi, inflasi, serta gangguan rantai pasok yang berujung pada kenaikan harga barang di berbagai negara.
6. Bagaimana pengaruh Selat Hormuz terhadap harga BBM?
Karena Selat Hormuz adalah jalur utama distribusi minyak dunia, setiap gangguan akan mengurangi pasokan dan mendorong harga naik. Jika pembatasan berlangsung lama, harga BBM di banyak negara—termasuk Indonesia—berpotensi ikut meningkat.
7. Apakah Selat Hormuz bisa ditutup sepenuhnya?
Secara teknis, Selat Hormuz sulit ditutup total karena merupakan jalur internasional, namun pembatasan seperti yang dilakukan Iran sudah cukup untuk mengganggu stabilitas global. Bahkan pembatasan sebagian saja bisa memicu ketegangan ekonomi dan geopolitik yang luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









