Akurat
Pemprov Sumsel

Rudal Iran Masuk Wilayah Udara Turki, Ditembak Jatuh NATO

Fitra Iskandar | 31 Maret 2026, 14:11 WIB
Rudal Iran Masuk Wilayah Udara Turki, Ditembak Jatuh NATO
Foto: AA

AKURAT.CO Sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Iran memasuki wilayah udara Turki pada Senin (30/3) dan berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan NATO. Pemerintah Turki menyebut ini sebagai insiden keempat sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Belum ada tanggapan resmi dari Teheran. Iran sebelumnya membantah menargetkan Turki dalam konflik tersebut dan menyatakan tidak terlibat dalam tiga peluncuran rudal sebelumnya yang juga berhasil dicegat NATO.

Juru bicara NATO menyatakan aliansi tersebut mencegat rudal Iran yang mengarah ke negara anggotanya, Turki. NATO menegaskan siap menghadapi ancaman serupa dan akan melakukan langkah yang diperlukan untuk melindungi seluruh anggotanya.

Sejak konflik berlangsung, Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk menargetkan infrastruktur minyak dan pangkalan militer yang menampung pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Kementerian Pertahanan Turki tidak menjelaskan secara rinci sasaran rudal yang ditembakkan pada Senin tersebut.

Pangkalan Udara Incirlik di Provinsi Adana, Turki selatan, diketahui menampung personel dari Amerika Serikat, Turki, Polandia, Qatar, dan negara lainnya. Sementara itu, personel AS juga ditempatkan di stasiun radar NATO di Kürecik, Provinsi Malatya, Turki tenggara, yang baru-baru ini diperkuat dengan sistem pertahanan rudal Patriot.

Secara terpisah, Kepala Staf Umum Turki Jenderal Selcuk Bayraktaroglu menggelar konferensi video dengan Ketua Komite Militer NATO Laksamana Giuseppe Cavo Dragone pada Senin untuk membahas isu pertahanan dan keamanan kawasan, menurut Kementerian Pertahanan.

Kementerian menegaskan seluruh langkah yang diperlukan terus diambil secara tegas untuk menghadapi setiap ancaman terhadap wilayah dan ruang udara Turki.

Insiden ini terjadi setelah pertemuan para diplomat senior Turki, Pakistan, Mesir, dan Arab Saudi di Islamabad pada akhir pekan lalu, yang membahas upaya mengakhiri perang serta membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran.

Sebelumnya, Turki sempat menawarkan diri sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat sebelum konflik pecah pada akhir bulan lalu.

Ankara juga berulang kali menyerukan penghentian konflik, mengkritik serangan Amerika Serikat dan Israel sebagai tindakan ilegal, serta menyebut serangan Iran ke negara-negara kawasan sebagai tidak dapat diterima.

Sumber: Reuters

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.