AS Tegaskan Kebijakan ke Kuba Tak Berubah Meski Izinkan Tanker Rusia

AKURAT.CO Gedung Putih pada Senin (30/3/2026) menegaskan tidak ada perubahan kebijakan Amerika Serikat terhadap Kuba, meski mengizinkan kapal tanker Rusia yang dikenai sanksi mengirim bahan bakar ke negara tersebut untuk alasan kemanusiaan.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan keputusan tersebut bukan perubahan kebijakan, melainkan pengecualian yang diputuskan berdasarkan kasus per kasus. Ia menegaskan tidak ada perubahan resmi dalam kebijakan sanksi terhadap Kuba.
Leavitt menambahkan, pemerintah AS tetap memiliki hak untuk menyita kapal yang menuju Kuba jika terbukti melanggar kebijakan sanksi yang berlaku.
Sebelumnya, AS menghentikan ekspor minyak Venezuela ke Kuba setelah tergulingnya Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada 3 Januari. Presiden AS Donald Trump juga sempat mengancam akan mengenakan tarif tinggi terhadap negara yang mengirim minyak ke Kuba.
Namun, pada Minggu, Trump mengisyaratkan pelonggaran sikap dengan menyatakan tidak keberatan jika ada negara yang mengirim minyak ke Kuba, termasuk Rusia, dengan alasan kebutuhan energi bagi rakyat Kuba.
Di tengah krisis energi, Kedutaan Besar AS di Havana dilaporkan menerima pasokan bahan bakar pekan lalu. Pemerintah Kuba juga disebut telah menjamin akan memenuhi kewajiban sesuai Konvensi Wina terkait hubungan diplomatik.
Kuba sendiri dilaporkan tidak menerima pasokan tanker minyak selama tiga bulan terakhir, yang memperparah krisis energi di negara berpenduduk sekitar 10 juta jiwa tersebut. Kondisi ini memicu pembatasan bahan bakar dan pemadaman listrik di berbagai wilayah.
Otoritas kesehatan Kuba menyebut krisis tersebut meningkatkan risiko kematian, terutama bagi pasien kanker anak.
Sementara itu, Rusia mengonfirmasi sebuah kapal tanker yang membawa sekitar 100.000 metrik ton minyak mentah telah tiba di Kuba.
Sumber: Asiaone
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







