Rusia Isyaratkan Veto Resolusi DK PBB soal Selat Hormuz

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan draf resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Selat Hormuz tidak dapat disetujui karena dinilai tidak akan mendorong penyelesaian damai konflik.
Dalam konferensi pers di Moskow usai bertemu Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, Lavrov menilai rumusan yang telah dilunakkan—yang mengizinkan “semua langkah defensif yang diperlukan”—masih membuka ruang bagi negara peserta untuk menentukan sendiri penggunaan kekuatan.
Pernyataan tersebut mengindikasikan Rusia berpotensi menggunakan hak veto dengan alasan resolusi itu dapat “melegitimasi agresi” di kawasan.
Draf terbaru yang diajukan Bahrain sebelumnya telah direvisi setelah mendapat penolakan dari negara pemilik hak veto seperti China, Rusia, dan Prancis. Ketiga negara menolak frasa sebelumnya yang mengizinkan penggunaan “segala cara yang diperlukan” untuk mengamankan selat, sehingga pemungutan suara yang semula dijadwalkan 3 April ditunda.
China juga secara terbuka menentang penggunaan bahasa yang dapat membenarkan penggunaan kekuatan. Duta Besar China untuk PBB Fu Cong memperingatkan bahwa otorisasi semacam itu berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut dan konsekuensi serius, serta mendesak penyelesaian politik.
Sementara itu, Iran mengajukan proposal alternatif untuk pengelolaan selat dengan bekerja sama dengan Oman. Skema tersebut mewajibkan kapal memperoleh izin dan lisensi khusus untuk melintas.
Usulan itu ditolak Uni Eropa. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menegaskan hukum internasional tidak mengenal skema berbayar untuk pelayaran. Ia juga menyebut serangan terhadap kapal sipil telah membuat lalu lintas di Selat Hormuz hampir terhenti dan menekankan pentingnya pemulihan kebebasan navigasi tanpa hambatan.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, sehingga ketegangan di kawasan tersebut berdampak besar terhadap pasar energi global dan perdagangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






