Iran Ancam Serangan Balasan Besar-besaran, Targetkan Aset AS dan Israel di Kawasan

AKURAT.CO Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah pejabat militer tinggi Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel.
Panglima Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, menegaskan negaranya siap melancarkan serangan balasan secara luas jika infrastruktur Iran kembali diserang.
Menurut Abdollahi, respons militer Iran tidak akan bersifat terbatas. Ia menyebut seluruh aset militer AS di kawasan Asia Barat serta infrastruktur strategis Israel akan menjadi sasaran.
Pernyataan itu muncul menjelang berakhirnya ultimatum yang diberikan Presiden AS, Donald Trump, terkait pembukaan Selat Hormuz. Batas waktu tersebut dijadwalkan habis pada Senin (6/4/2026).
Abdollahi menilai ancaman Washington sebagai langkah “gegabah dan putus asa”, seraya menegaskan militer Iran siap bertindak cepat untuk mempertahankan kepentingan nasional.
“Kami tidak akan ragu sedetik pun untuk melindungi negara dan menempatkan para agresor pada tempatnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Trump melalui platform Truth Social kembali mengingatkan ultimatum kepada Teheran.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengurus Izin BPOM untuk Makanan? Ini Langkah yang Perlu Diketahui
Ia menegaskan waktu hampir habis dan memperingatkan konsekuensi serius jika tuntutan tidak dipenuhi.
Sejak akhir Februari, situasi kawasan memanas setelah serangan gabungan AS dan Israel ke sejumlah target di Iran.
Aksi tersebut memicu serangan balasan dari Iran dan sekutu-sekutunya yang menyasar wilayah Israel serta kepentingan AS di Timur Tengah.
Rangkaian ancaman dan aksi militer yang saling berbalas ini memperbesar risiko konflik terbuka yang lebih luas di kawasan strategis tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










