Iran: Negara-negara yang Tidak Bermusuhan dengan Teheran Dapat Mengkoordinasikan Akses Selat Hormuz

AKURAT.CO Pemerintah Iran menyatakan bahwa negara-negara yang tidak bersikap bermusuhan terhadap Teheran dapat mengoordinasikan akses pelayaran melalui Selat Hormuz lewat jalur diplomatik resmi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers mingguan pada Senin (6/4/2026), menegaskan bahwa langkah pengawasan di Selat Hormuz ditujukan untuk mencegah penyalahgunaan oleh Amerika Serikat, Israel, dan pihak-pihak lain yang disebut terlibat dalam tindakan agresi terhadap Iran.
“Negara-negara yang tidak terlibat dalam tindakan tersebut dan tidak berada dalam posisi bermusuhan terhadap Iran dapat mengamankan pelayaran kapal mereka melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan jalur diplomatik,” ujar Baghaei.
Baca Juga: Iran Tolak Gencatan Senjata, Trump Kembali Tebar Ancaman: Iran Bisa Dihancurkan dalam Satu Malam
Ia mencontohkan Pakistan sebagai negara tetangga yang mengikuti mekanisme tersebut tanpa kendala. Menurutnya, sejumlah negara lain juga tengah melakukan konsultasi diplomatik agar kapal mereka tetap dapat melintasi jalur strategis tersebut dengan aman.
Iran sebelumnya memperketat pengawasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Otoritas Teheran menyatakan jalur tersebut tetap terbuka bagi semua pihak, kecuali kapal yang terafiliasi dengan AS, Israel, dan sekutunya.
Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi global. Sebelum eskalasi konflik, hampir seperlima pasokan minyak dunia melintasi perairan tersebut. Pembatasan yang diberlakukan Iran memicu kenaikan harga energi dan komoditas internasional, dengan sejumlah analis memperingatkan potensi dampak yang lebih luas apabila ketegangan berlanjut.
Presiden AS Donald Trump pada 5 April kembali melontarkan ancaman terhadap Iran, termasuk kemungkinan serangan terhadap infrastruktur strategis jika Teheran terus membatasi akses Selat Hormuz. Ia sempat menyebut rencana serangan terhadap fasilitas pembangkit listrik dan jembatan, sebelum kemudian menunda tenggat waktu yang disebutkannya.
Baca Juga: CENTCOM: Lebih dari 155 Kapal Iran Hancur atau Rusak dalam Konflik
Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, menyatakan bahwa ancaman terhadap infrastruktur nonmiliter dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Ia menegaskan Iran akan memberikan respons tegas dan segera terhadap setiap bentuk agresi.
Situasi di Selat Hormuz terus menjadi sorotan internasional mengingat perannya yang krusial dalam stabilitas pasokan energi global dan keamanan kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










