Akurat
Pemprov Sumsel

Perundingan Iran-AS Gagal, Perang Akan Dimulai Lagi?

Lufaefi | 13 April 2026, 07:00 WIB
Perundingan Iran-AS Gagal, Perang Akan Dimulai Lagi?
Ilustrasi: Perang Iran vs AS Israel (istimewa)

AKURAT.CO Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan pada Minggu (12/4/2026).

Kegagalan ini memunculkan kekhawatiran bahwa konflik antara AS–Israel dan Iran yang sebelumnya dihentikan sementara dapat kembali memanas.

Sesuai kesepakatan gencatan senjata, pertempuran dihentikan sejak 8 April dan dijadwalkan berlangsung selama dua pekan hingga setidaknya 22 April. Namun, belum tercapainya titik temu dalam perundingan membuat masa depan gencatan senjata berada dalam ketidakpastian.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim operasi militer terhadap Iran telah mencapai hasil signifikan. Ia menyatakan program nuklir dan rudal balistik Teheran telah dihancurkan.

“Kampanye ini belum berakhir, tetapi sudah jelas bahwa kita telah mencapai prestasi bersejarah. Iran mencoba mengepung kita dengan cekikan—Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, rezim Assad di Suriah, milisi di Irak, Houthi di Yaman. Iran sendiri ingin mencekik kita, tetapi kita mencekik mereka. Mereka mengancam kita dengan pemusnahan dan sekarang mereka berjuang untuk bertahan hidup,” ujar Netanyahu.

Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah kabar gagalnya negosiasi diumumkan.

Baca Juga: Trump Ngamuk Lagi! Ancam Blokade Selat Hormuz dan Hancurkan Iran!

Dari pihak Washington, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan tidak ada kemajuan berarti dalam pembicaraan. Menurutnya, Amerika Serikat telah menunjukkan itikad baik, tetapi tidak memperoleh komitmen tegas dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir di masa depan.

Ia menyebut kegagalan ini sebagai kabar buruk, tetapi lebih buruk bagi Iran daripada Amerika Serikat.

Sementara itu, media pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), menyalahkan tuntutan Washington yang dinilai tidak masuk akal. Teheran mengklaim telah menawarkan sejumlah inisiatif, namun pembicaraan tetap menemui jalan buntu.

Pemerintah Pakistan sebagai tuan rumah menyerukan agar kedua pihak tetap menghormati gencatan senjata. Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengatakan, “Pakistan telah dan akan terus memainkan perannya untuk memfasilitasi keterlibatan dan dialog antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat di hari-hari mendatang.”

Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald J. Trump menyatakan bahwa Amerika telah menang secara militer dan memperingatkan bahwa dukungan China terhadap Iran akan menimbulkan konsekuensi bagi Beijing.

Baca Juga: Donald Trump Nonton UFC di Tengah Delegasinya Negosiasi dengan Iran

Ketegangan juga meningkat di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman energi dunia. Amerika Serikat mengklaim dua kapal perangnya memasuki kawasan itu untuk membersihkan ranjau yang diduga dipasang Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Namun, Iran membantah tudingan tersebut dan menegaskan setiap kapal militer yang memasuki selat akan dihukum dengan kejam.

Dengan negosiasi yang gagal dan retorika kedua pihak yang kembali mengeras, masa depan stabilitas kawasan Timur Tengah kini berada di ujung ketidakpastian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi