Analis Amerika: Ketangguhan Iran Lawan AS-Israel Ciptakan Tatanan Global Baru

AKURAT.CO Seorang analis Amerika Serikat, Sara Flounders, menilai ketahanan Iran menghadapi serangan Amerika Serikat dan Israel telah memicu perubahan besar dalam keseimbangan kekuatan global.
Pandangan itu ia tuangkan dalam artikel berjudul “Drone Iran, Selat Hormuz, dan Tatanan Dunia Baru” yang dimuat di media Workers World dan dikutip Pars Today, Sabtu (12/4/2026).
Flounders menyebut perkembangan terbaru menunjukkan keseimbangan kekuatan di kawasan Asia Barat telah bergeser secara signifikan. Menurutnya, struktur lama yang selama ini didominasi Amerika Serikat kini mulai terkikis.
Baca Juga: Ribuan Warga Israel Demo Tuntut Hentikan Perang dengan Iran!
Ia menggambarkan gencatan senjata terbaru sebagai hasil dari keteguhan Iran dalam menghadapi tekanan militer dan politik. Teheran, kata dia, mampu mempertahankan posisinya tanpa menerima syarat-syarat yang diajukan Washington.
Menurut Flounders, kohesi internal Iran menjadi salah satu faktor utama di balik kegagalan kebijakan Amerika Serikat.
Dalam analisisnya, ia juga menyoroti arti strategis Selat Hormuz. Flounders menulis bahwa jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia itu kini menjadi instrumen penting bagi Iran untuk memperkuat pengaruh geopolitiknya.
Ia menyebut keputusan Iran untuk meningkatkan kontrol terhadap lalu lintas kapal tanker dan memungut biaya transit sebagai bagian dari strategi lebih luas untuk menghadapi sanksi serta mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar Amerika.
Flounders juga menyinggung tren pengurangan penggunaan dolar dalam perdagangan internasional. Ia menilai penggunaan mata uang lain, seperti yuan Tiongkok atau bahkan mata uang kripto, dalam transaksi energi menjadi tanda melemahnya dominasi finansial Amerika Serikat.
Baca Juga: Prabowo Terbang ke Rusia Temui Vladimir Putin, Bahas Ketahanan Energi Nasional
Pada bagian akhir tulisannya, Flounders menyimpulkan bahwa dunia tengah memasuki fase baru. Menurutnya, negara-negara yang sedang berkembang, termasuk Iran, dengan mengandalkan kapasitas domestik dan membangun kemitraan baru, mulai membentuk tatanan global yang berbeda dari era sebelumnya.
Analisis ini muncul di tengah memanasnya ketegangan kawasan setelah gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu kekhawatiran akan kembalinya eskalasi konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










