Opini Al Jazeera: Tujuh Cara Amerika Memenangkan Gencatan Senjata dan Mengakhiri Perang Iran

AKURAT.CO Media internasional Al Jazeera memuat opini analis politik Amerika, John Feehery, Minggu (12/4/2026) yang memaparkan tujuh langkah yang dinilai dapat membantu Amerika Serikat mengamankan gencatan senjata dan mengakhiri perang melawan Iran.
Menurut Feehery, keberhasilan atau kegagalan perang ini akan berdampak langsung pada posisi politik Presiden Donald Trump dan Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu Kongres pada November mendatang. Jika publik menganggap Amerika kalah, Partai Republik berisiko kehilangan kendali atas Kongres.
“Jika para pemilih menganggap Amerika kalah perang melawan Iran, Partai Republik akan kehilangan kendali atas Kongres dan presiden akan berada dalam posisi politik yang sulit,” tulisnya.
1. Membuka Selat Hormuz
Langkah pertama yang ditekankan adalah memastikan Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran internasional. Jalur ini sangat penting bagi perdagangan energi global.
Menurut Feehery, stabilitas harga minyak dan dampaknya terhadap ekonomi domestik menjadi kunci persepsi publik Amerika terhadap perang ini.
Baca Juga: Perundingan Iran-AS Gagal, Perang Akan Dimulai Lagi?
2. Meningkatkan Tekanan terhadap Rezim Iran
Ia berpendapat bahwa penghentian pemboman dapat memberi ruang bagi tekanan domestik terhadap pemerintah Iran. Menurutnya, Korps Garda Revolusi Islam telah melemah akibat serangan gabungan Amerika–Israel.
Namun, ia juga memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil seperti jembatan dan kilang minyak justru bisa menjadi kesalahan besar karena dapat menyulitkan gerakan oposisi internal.
3. Memperkuat Hubungan dengan Sekutu
Feehery menilai Amerika perlu memperbaiki hubungan dengan sekutu tradisionalnya, terutama dalam konteks aliansi Barat. Ketegangan dalam aliansi pertahanan Barat disebutnya memberi keuntungan bagi kekuatan seperti Rusia dan China.
4. Memperbaiki Strategi Komunikasi
Ia juga mengkritik strategi komunikasi pemerintahan Trump yang dinilai memecah opini publik. Bahkan sebagian basis politik Trump disebut skeptis terhadap arah perang.
“Sekutu kita ketakutan, rakyat Amerika prihatin,” tulisnya, merujuk pada dampak retorika keras presiden, termasuk ancaman ekstrem terhadap Iran.
5. Menawarkan Gambaran Perdamaian
Langkah kelima adalah menjelaskan secara konkret seperti apa perdamaian yang diinginkan dan bagaimana manfaatnya bagi rakyat Iran maupun kawasan. Feehery menilai perubahan sikap rezim lebih penting daripada sekadar perubahan total rezim.
6. Menegaskan Syarat Perdamaian
Amerika, menurutnya, harus secara tegas menjelaskan apa yang diharapkan dari perjanjian damai jangka panjang, termasuk penghentian dukungan terhadap kelompok bersenjata proksi dan memastikan program nuklir Iran tidak berubah menjadi senjata nuklir.
“Perdamaian berarti perdamaian,” tulisnya, menekankan pentingnya komitmen nyata.
Baca Juga: Trump Ngamuk Lagi! Ancam Blokade Selat Hormuz dan Hancurkan Iran!
7. Menyelaraskan Tujuan dengan Israel
Terakhir, ia menilai pentingnya keselarasan tujuan antara Washington dan Tel Aviv. Feehery menyebut perlu ada pembicaraan terus terang antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Ia mengisyaratkan bahwa ekspektasi awal tentang perang singkat yang menggulingkan rezim Iran belum terbukti.
Dalam tulisannya, Feehery menegaskan bahwa memenangkan gencatan senjata bukan hanya soal menghentikan tembakan, tetapi memastikan tujuan strategis tercapai dan stabilitas kawasan terjaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










