Akurat
Pemprov Sumsel

Blokade Hormuz, Bukti Trump Sosok Paling Berkuasa namun Ceroboh dalam Sejarah Dunia

Fitra Iskandar | 13 April 2026, 11:14 WIB
Blokade Hormuz, Bukti Trump Sosok Paling Berkuasa namun Ceroboh dalam Sejarah Dunia
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Ist

AKURAT.CO Upaya terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang dengan Iran menuai kritik tajam dari kolumnis David Rothkopf.

Dalam kolom yang diterbitkan The Daily Beast pada Minggu, Rothkopf menyoroti keputusan Trump memberlakukan blokade di Selat Hormuz sebagai langkah yang dinilai tidak memiliki perhitungan strategis matang.

Iran sebelumnya menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan udara terkoordinasi oleh Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah di Iran pada akhir Februari. Penutupan jalur pelayaran vital tersebut memicu lonjakan harga energi global.

Rothkopf melontarkan kritik keras terhadap Trump dalam tulisannya. “Dia tanpa diragukan adalah orang paling berkuasa sekaligus paling bodoh dalam sejarah dunia,” tulisnya.

Baca Juga: Iran Kehilangan Jejak Ranjau di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Masih Terbatas

Ia juga menyoroti besarnya dampak dari posisi Trump sebagai presiden AS. “Baik kebodohannya maupun kekuasaannya tidak tertandingi. Sebagai presiden dan panglima tertinggi negara paling dominan di dunia, tidak ada sosok dengan kapasitas seperti itu yang pernah memiliki potensi menyebabkan kerusakan sebesar ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rothkopf menilai kebijakan perang terhadap Iran mencerminkan kelemahan serius dalam pengambilan keputusan. “Perang dengan Iran yang terus memburuk setiap hari ini memperlihatkan dengan sangat jelas berbagai kekurangan dalam cara berpikir Trump—dan dampaknya kemungkinan akan menyentuh lebih banyak orang dengan konsekuensi yang lebih buruk ke depan,” tulisnya.

Sumber: Rawstory

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.