Jarang Terjadi, PM Italia Giorgia Meloni Akhirnya Kecam Trump yang Menyerang Paus Leo XIV

AKURAT.CO Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Paus Leo XIV. Meloni menilai pernyataan Trump terhadap pemimpin umat Katolik itu “tidak dapat diterima”.
Kecaman Meloni muncul di tengah kemarahan luas di Italia setelah Trump menyebut Paus Leo sebagai sosok “buruk” dalam pernyataan panjang pada Minggu. Trump juga memicu kontroversi lanjutan setelah mengunggah gambar berbasis kecerdasan buatan yang menggambarkan dirinya menyerupai figur Yesus, yang dinilai sebagian umat Kristen sebagai tindakan penistaan.
Menanggapi hal itu, Paus Leo—pemimpin sekitar 1,4 miliar umat Katolik dunia—menyatakan tidak gentar terhadap pemerintahan Trump. Ia menegaskan akan tetap menyuarakan penolakan terhadap perang yang dipimpin Amerika Serikat dengan Iran serta membela para migran.
Sebelumnya, Meloni sempat menyampaikan dukungan kepada Paus Leo saat sang paus memulai kunjungan ke empat negara di Afrika, tanpa menyinggung langsung pernyataan Trump. Namun, kritik dari oposisi yang menilai Meloni tidak cukup tegas mendorongnya mengeluarkan klarifikasi.
“Saya menilai kata-kata Presiden Trump terhadap Bapa Suci tidak dapat diterima. Paus adalah kepala Gereja Katolik, dan wajar jika ia menyerukan perdamaian serta mengecam segala bentuk perang,” ujar Meloni yang sebelumnya dikenal dekat dan jarang mengungkapkan kritik terhadap Trump.
Kontroversi ini juga berdampak pada dinamika politik domestik Italia. Meski dikenal memiliki hubungan dekat dengan Trump, Meloni menghadapi tekanan karena mayoritas publik Italia dilaporkan memiliki pandangan negatif terhadap presiden AS tersebut.
Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini turut mengambil jarak dari Trump. Ia menegaskan bahwa Paus Leo merupakan pemimpin spiritual bagi miliaran umat Katolik dan simbol perdamaian.
“Jika ada satu sosok yang berupaya membawa perdamaian, itu adalah Paus Leo. Menyerangnya bukanlah tindakan bijak atau membantu,” kata Salvini.
Mantan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi juga mengecam keras pernyataan Trump, menyebutnya sebagai tindakan agresif yang belum pernah terjadi dalam beberapa abad terakhir terhadap pemimpin Gereja Katolik.
Renzi menambahkan, Paus Leo adalah sosok “pembangun jembatan”, berbanding terbalik dengan Trump yang disebutnya merusak hubungan dan peradaban.
Pernyataan tersebut sejalan dengan pepatah Italia “chi mangia papa crepa”, yang bermakna siapa pun yang mencoba menyerang paus pada akhirnya akan menghadapi konsekuensi.
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








