Daftar Negara yang Alami Krisis BBM Akibat Konflik Global, Bagaimana dengan Indonesia?

AKURAT.CO Akhir-akhir ini pasar minyak global tengah mengalami gejolak selama hampir sebulan terakhir. Situasi ini dipicu adanya konflik Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan tersebut berdampak besar pada distribusi energi dunia, terutama setelah Iran menutup Selat Hormuz di Teluk Persia. Jalur ini dikenal sebagai 'urat nadi' perdagangan minyak global karena menjadi lintasan utama pengiriman energi ke berbagai negara.
Akibatnya, harga minyak dunia melonjak tajam dan memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di banyak negara, khususnya di kawasan Asia yang masih sangat bergantung pada impor energi.
Baca Juga: Tekan Impor BBM, PLN Segera Eksekusi 21 Proyek PLTS Berkapasitas 513 MWp
Dampak gejolak ini semakin terasa di kawasan Asia Tenggara. Seperti halnya negara tetangga Indonesa. Malaysia diperkirakan akan menghadapi potensi krisis BBM pada periode Juni hingga Juli 2026.
Hal ini dipicu oleh tekanan harga minyak global yang terus meningkat serta ketergantungan pada distribusi energi internasional. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin terjadi pembatasan pasokan hingga lonjakan harga di tingkat domestik.
Daftar Negara yang Alami Krisis BBM Akibat Konflik Global
Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar negara yang mengalami kenaikan harga BBM tertinggi sepanjang 2026 akibat konflik di Timur Tengah:
1. Kamboja
Menurut laporan terbaru, harga BBM di Kamboja per April 2026 melonjak tajam dengan kenaikan bensin reguler mencapai sekitar 41,5% hingga 42,8%. Bahkan, beberapa data menyebut solar meningkat hingga 94,8% dengan rata-rata kenaikan total mencapai 67,81% akibat dampak konflik global.
2. Vietnam
Menurut AFP, Rabu (25/3/2026), harga solar di Vietnam melonjak lebih dari dua kali lipat atau sekitar 105% sejak akhir Februari 2026. Kenaikan ini membuat harga solar mencapai 39.660 dong per liter, sementara bensin RON 95 juga naik hampir 68% dalam periode yang sama.
3. Nigeria
Meski negara produsen minyak, Nigeria tetap terdampak. Menurut berbagai laporan, harga BBM di Nigeria melonjak drastis hingga kisaran 35%–65% pada Maret–April 2026 akibat ketegangan geopolitik global. Kenaikan ini membuat harga bensin mencapai sekitar N1.275 per liter dan membebani masyarakat.
Baca Juga: Program Biodiesel Terbukti Efektif Tekan Impor BBM dan Hemat Devisa
4. Laos
Menurut laporan terbaru, harga bensin di Laos per awal April 2026 mencapai sekitar US$1,779 atau Rp30.192–Rp30.226 per liter, sementara diesel lebih mahal di kisaran US$1,889. Dengan angka tersebut, Laos menjadi negara dengan harga BBM tertinggi kedua di ASEAN setelah Singapura.
5. Kanada
Menurut laporan terbaru, harga bensin di Kanada per April 2026 rata-rata berada di kisaran CAD 2,08 per liter, dengan variasi harga antar provinsi. Wilayah seperti Alberta cenderung lebih murah dibandingkan British Columbia akibat perbedaan pajak dan distribusi energi.
6. Pakistan
Menurut akun X Pemerintah Pakistan, Perdana Menteri Shehbaz Sharif memangkas harga bensin sebesar Rs 80 per liter menjadi Rs 378 per liter mulai April 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ancaman krisis energi global akibat konflik Timur Tengah.
7. Maladewa
Negara kepulauan ini mencatat kenaikan harga BBM sebesar 18,54 persen, yang berdampak pada sektor pariwisata dan konsumsi masyarakat.
8. Australia
Harga BBM di Australia mencapai rekor tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Pemerintah bahkan memangkas pajak BBM hingga 50 persen untuk meredam dampak.
9. Amerika Serikat
Dikutip Xinhua, Selasa (14/4/2026), inflasi di Amerika Serikat meningkat signifikan dengan kenaikan CPI tahunan mencapai 3,3 persen, didorong lonjakan harga energi. Indeks energi naik 10,9 persen dengan harga bensin melonjak 21,2 persen, yang menjadi penyumbang utama inflasi.
10. Filipina
Filipina menetapkan darurat energi setelah harga BBM melonjak lebih dari dua kali lipat. Dampaknya, terjadi penurunan daya beli hingga aksi mogok transportasi.
11. Singapura
Singapura mencatat lonjakan harga BBM lebih dari 60 persen. Bahkan harga bensin menyentuh sekitar Rp58.000 per liter dan memicu status krisis nasional.
Lantas, bagaimana kondisi BBM di Indonesia?
Di tengah gejolak global ini, kondisi Indonesia masih relatif aman. Pemerintah memastikan belum ada kenaikan harga BBM dalam negeri, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.
Meski begitu, Indonesia tetap perlu waspada. Sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak mentah dan BBM, dampak kenaikan harga global bisa sewaktu-waktu terasa, terutama pada sektor transportasi, logistik, hingga harga kebutuhan pokok.
Baca Juga: Minyak Brent dan WTI Melonjak Tajam Usai Ancaman Blokade Iran
Situasi ini menjadi pengingat penting bahwa ketahanan energi nasional harus terus diperkuat. Diversifikasi energi dan pengurangan ketergantungan impor menjadi langkah strategis agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap krisis global di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










