Presiden AS Donald Trump akan Kunjungan ke China Didampingi Putera dan Mantunya
AKURAT.CO Putra Presiden Amerika Serikat (AS), Eric Trump, akan mendampingi Donald Trump dalam kunjungan ke China pada 14–15 Mei mendatang. Hal itu disampaikan juru bicara organisasi keluarga Trump kepada Reuters, Selasa (14/4/2026).
Juru bicara Trump Organization, Kimberly Benza, mengatakan Eric bersama istrinya, Lara Trump, akan ikut dalam kapasitas pribadi, bukan sebagai bagian dari urusan bisnis atau pemerintahan.
“Eric sangat bangga terhadap ayahnya dan pencapaian masa jabatan ini. Ia hadir sebagai anak yang mendukung,” kata Benza. Ia menambahkan, Eric tidak memiliki maupun berencana menjalankan bisnis di China, serta tidak akan terlibat dalam pertemuan tertutup selama kunjungan tersebut.
Meski demikian, keikutsertaan Eric dinilai berpotensi memunculkan kekhawatiran konflik kepentingan, mengingat kekayaan dan bisnis keluarga Trump dikelola oleh Eric dan anggota keluarga lainnya.
Eric Trump saat ini menjabat sebagai wakil presiden eksekutif Trump Organization, yang mengawasi investasi di sektor properti, golf, dan blockchain. Sementara itu, Lara Trump, mantan wakil ketua Komite Nasional Partai Republik, kini menjadi pembawa acara “My View with Lara Trump” di Fox News.
Sebelumnya, Donald Trump pernah mengkritik Presiden Joe Biden terkait keikutsertaan putranya, Hunter Biden, dalam kunjungan ke China saat Biden menjabat sebagai wakil presiden. Trump menuduh Hunter memanfaatkan pengaruh ayahnya untuk memperoleh dukungan finansial dari China, tuduhan yang telah dibantah keluarga Biden.
Baca Juga: Donald Trump Klaim Iran Sangat Ingin Membuat Kesepakatan
Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, mengatakan Presiden Trump menantikan kunjungan ke China untuk membahas sejumlah isu penting, termasuk peningkatan perdagangan yang adil, kerja sama ekonomi, serta penghentian aliran prekursor fentanyl ke AS.
“Kunjungan ini akan melanjutkan dialog konstruktif yang telah berlangsung selama setahun terakhir,” ujarnya.
Kedutaan Besar China di Washington belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Gedung Putih juga menyatakan Trump telah mematuhi seluruh persyaratan etika dan pelaporan keuangan.
Sementara itu, putra sulung Trump, Donald Trump Jr, dipastikan tidak akan ikut dalam kunjungan tersebut.
Kunjungan ini menjadi yang pertama oleh presiden AS ke China dalam delapan tahun terakhir, dengan tujuan menjaga stabilitas hubungan antara Washington dan Beijing. Kedua negara sebelumnya sepakat melakukan gencatan ketegangan tahun lalu setelah periode konflik yang ditandai tarif AS dan pembatasan ekspor logam tanah jarang oleh China.
Sejumlah perusahaan AS berharap kunjungan ini dapat melampaui kesepakatan pembelian produk seperti kedelai dan pesawat Boeing yang saat ini tengah dibahas.
Namun, isu konflik kepentingan kembali mencuat. Senator Demokrat Elizabeth Warren pada Maret lalu menyoroti hubungan bisnis Eric Trump dengan Bitmain, perusahaan China pembuat perangkat penambangan kripto, sebagai potensi konflik bagi Presiden Trump yang berjanji mendorong adopsi kripto di AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








