Analis Luar Negeri Beberkan Empat Alasan Kegagalan Amerika jika Coba Blokade Selat Hormuz

AKURAT.CO Sejumlah analis kebijakan luar negeri memaparkan empat faktor utama yang dinilai akan menggagalkan upaya Amerika Serikat jika mencoba memblokade Selat Hormuz dan pelabuhan-pelabuhan Iran.
Langkah tersebut disebut muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan mempertimbangkan opsi tekanan maksimal menyusul kebuntuan negosiasi dengan Teheran. Namun para pengamat menilai skenario blokade justru berisiko menjadi bumerang bagi Washington.
Alasan pertama adalah dampak langsung terhadap pasar energi global. Selat Hormuz dikenal sebagai jalur vital distribusi minyak dunia. Setiap gangguan di kawasan itu berpotensi mendorong lonjakan harga minyak mentah secara tajam.
Baca Juga: Anggota Kongres AS Desak Menteri Perang Amerika Dimakzulkan
Analis memperkirakan harga bisa menembus di atas 100 dolar AS per barel, yang akan memperburuk krisis energi global dan meningkatkan risiko geopolitik. Kondisi tersebut juga dinilai dapat memicu tekanan politik domestik terhadap pemerintahan AS akibat kenaikan harga bahan bakar dan inflasi.
Alasan kedua adalah penolakan internasional yang kuat. Sejumlah negara dan blok kawasan disebut tidak mendukung langkah konfrontatif di jalur pelayaran strategis tersebut. Negara-negara Eropa, termasuk Inggris, dikabarkan menegaskan tidak ingin terseret dalam konflik baru dengan Iran.
China juga menyerukan agar jalur navigasi internasional tetap terbuka, sementara Rusia mengkritik wacana blokade yang dianggap dapat mengganggu stabilitas pasar global. Sikap serupa juga disuarakan oleh Turki dan sejumlah negara lain.
Faktor ketiga berkaitan dengan kapasitas logistik dan geografis Iran. Meski sebagian besar perdagangan luar negeri Iran melewati pelabuhan, negara itu memiliki garis pantai lebih dari 5.800 kilometer dengan sekitar 30 pelabuhan yang tersebar di Teluk Persia, Laut Oman, Laut Arab, hingga Laut Kaspia.
Beberapa pelabuhan utama di antaranya adalah Pelabuhan Shahid Rajaei di Bandar Abbas, Pelabuhan Imam Khomeini, Pelabuhan Bushehr, Pelabuhan Chabahar, serta Pelabuhan Anzali. Selain itu, Iran juga memiliki perbatasan darat dengan sejumlah negara tetangga yang memungkinkan jalur perdagangan alternatif tetap berjalan.
Alasan keempat adalah potensi respons militer dari Iran. Analis menilai Teheran tidak akan tinggal diam terhadap upaya blokade atau pembukaan paksa jalur pelayaran.
Baca Juga: AS Siapkan Tambahan Pasukan ke Timur Tengah, Perketat Tekanan terhadap Iran
Pernyataan dari militer Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap tindakan semacam itu akan mendapat respons tegas.
Dengan mempertimbangkan keempat faktor tersebut, para analis menyimpulkan bahwa rencana blokade terhadap Selat Hormuz tidak hanya sulit direalisasikan, tetapi juga berisiko memicu eskalasi luas yang merugikan kepentingan Amerika Serikat sendiri serta stabilitas ekonomi global.
Sumber: Parstoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









