Nambah Panas! Iran Ancam Tenggelamkan Kapal AS jika Coba Blokade Selat Hormuz!

AKURAT.CO Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, melontarkan ancaman keras bahwa Teheran siap menenggelamkan kapal-kapal militer AS apabila Washington mencoba memblokade Selat Hormuz.
Pernyataan itu disampaikan Rezaei dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, Rabu (15/4/2026) di tengah situasi gencatan senjata sementara antara kedua negara. Ia menanggapi laporan mengenai langkah Amerika Serikat yang meningkatkan kehadiran militernya di kawasan jalur pelayaran strategis tersebut.
“Trump ingin menjadi polisi Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Amerika?” ujar Rezaei, merujuk pada Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga: Analis Luar Negeri Beberkan Empat Alasan Kegagalan Amerika Jika Coba Blokade Selat Hormuz
Ia menegaskan bahwa setiap upaya mengawasi atau memaksakan kontrol militer di kawasan itu akan mendapat respons tegas dari Iran. “Kapal-kapal Anda bisa menjadi sasaran rudal kami. Jika mereka menciptakan ancaman, kami akan menghancurkannya,” kata Rezaei.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia. Sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk melintasi perairan sempit tersebut. Karena itu, setiap eskalasi di wilayah ini berpotensi mengguncang pasar energi global.
Rezaei, yang pernah menjabat sebagai komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), juga menyampaikan pandangan pribadinya terkait gencatan senjata dua pekan yang saat ini berlaku. Ia menyebut dirinya tidak mendukung perpanjangan masa jeda konflik tersebut.
Baca Juga: Netanyahu Tegaskan Israel dan AS Memiliki Tujuan yang Sama Terhadap Iran
Pernyataan keras ini muncul setelah beredar kabar mengenai kemungkinan langkah blokade oleh AS sebagai bagian dari tekanan terhadap Iran menyusul kebuntuan negosiasi. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Gedung Putih terkait ancaman tersebut.
Pengamat menilai retorika saling ancam di tengah situasi yang masih rapuh dapat meningkatkan risiko salah perhitungan militer. Jika kedua pihak tidak menahan diri, ketegangan di Selat Hormuz dikhawatirkan berkembang menjadi konfrontasi terbuka yang berdampak luas bagi stabilitas kawasan dan ekonomi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









