Akurat
Pemprov Sumsel

Nambah Panas! Iran Ancam Tenggelamkan Kapal AS jika Coba Blokade Selat Hormuz!

Lufaefi | 16 April 2026, 18:40 WIB
Nambah Panas! Iran Ancam Tenggelamkan Kapal AS jika Coba Blokade Selat Hormuz!
Selat Hormuz Iran (istimewa)

AKURAT.CO Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, melontarkan ancaman keras bahwa Teheran siap menenggelamkan kapal-kapal militer AS apabila Washington mencoba memblokade Selat Hormuz.

Pernyataan itu disampaikan Rezaei dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, Rabu (15/4/2026) di tengah situasi gencatan senjata sementara antara kedua negara. Ia menanggapi laporan mengenai langkah Amerika Serikat yang meningkatkan kehadiran militernya di kawasan jalur pelayaran strategis tersebut.

“Trump ingin menjadi polisi Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Amerika?” ujar Rezaei, merujuk pada Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga: Analis Luar Negeri Beberkan Empat Alasan Kegagalan Amerika Jika Coba Blokade Selat Hormuz

Ia menegaskan bahwa setiap upaya mengawasi atau memaksakan kontrol militer di kawasan itu akan mendapat respons tegas dari Iran. “Kapal-kapal Anda bisa menjadi sasaran rudal kami. Jika mereka menciptakan ancaman, kami akan menghancurkannya,” kata Rezaei.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia. Sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk melintasi perairan sempit tersebut. Karena itu, setiap eskalasi di wilayah ini berpotensi mengguncang pasar energi global.

Rezaei, yang pernah menjabat sebagai komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), juga menyampaikan pandangan pribadinya terkait gencatan senjata dua pekan yang saat ini berlaku. Ia menyebut dirinya tidak mendukung perpanjangan masa jeda konflik tersebut.

Baca Juga: Netanyahu Tegaskan Israel dan AS Memiliki Tujuan yang Sama Terhadap Iran

Pernyataan keras ini muncul setelah beredar kabar mengenai kemungkinan langkah blokade oleh AS sebagai bagian dari tekanan terhadap Iran menyusul kebuntuan negosiasi. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Gedung Putih terkait ancaman tersebut.

Pengamat menilai retorika saling ancam di tengah situasi yang masih rapuh dapat meningkatkan risiko salah perhitungan militer. Jika kedua pihak tidak menahan diri, ketegangan di Selat Hormuz dikhawatirkan berkembang menjadi konfrontasi terbuka yang berdampak luas bagi stabilitas kawasan dan ekonomi global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi