Serangan Drone Israel di Gaza Tewaskan Empat Warga Palestina, Termasuk Anak-Anak

AKURAT.CO Serangan militer Israel di Jalur Gaza kembali menewaskan sedikitnya empat warga Palestina, termasuk seorang anak. Serangan ini merupakan pelanggaran berulang kali atas gencatan senjata yang masih berlangsung.
Sumber medis pada Kamis (16/4/2026) menyatakan dua korban tewas merupakan saudara, Abdelmalek dan Abdel Sattar al-Attar. Keduanya meninggal dunia setelah serangan pesawat nirawak Israel menargetkan wilayah Beit Lahia di Gaza utara. Jenazah keduanya dibawa ke Rumah Sakit al-Shifa.
Saksi mata menyebut serangan tersebut terjadi di luar zona yang berada di bawah pendudukan Israel sebagaimana diatur dalam kesepakatan gencatan senjata.
Militer Israel menyatakan pihaknya mengidentifikasi dua warga Palestina yang melintasi garis yang disebut sebagai “Yellow Line” dan mendekati pasukan dengan cara yang dinilai sebagai “ancaman langsung”. Israel mengklaim keduanya tewas dalam serangan udara.
Pada hari yang sama, seorang anak berusia sembilan tahun, Saleh Badawi, tewas setelah pasukan Israel melepaskan tembakan di kawasan Zeitoun, sebelah timur Kota Gaza. Sejumlah warga lainnya dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.
Di wilayah selatan Gaza, seorang pria berusia 38 tahun, Mohsen al-Dabbari, juga tewas akibat serangan Israel di area Ard al-Laymoun, selatan Khan Younis.
Dalam insiden terpisah, tiga warga Palestina, termasuk seorang remaja laki-laki, mengalami luka-luka setelah pasukan Israel menembaki rumah dan tenda pengungsi di timur kamp pengungsi Al-Maghazi, Gaza tengah.
Pelanggaran Gencatan Senjata Berlanjut
“Yellow Line” merupakan garis batas penarikan pasukan Israel di dalam Gaza sesuai kesepakatan gencatan senjata, yang memisahkan wilayah timur—sekitar 53 persen wilayah kantong tersebut—yang masih berada di bawah pendudukan penuh Israel, dengan wilayah barat tempat warga Palestina diizinkan tinggal.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025, Israel dilaporkan telah melakukan ratusan pelanggaran, dengan sedikitnya 765 warga Palestina tewas dan 2.140 lainnya luka-luka.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan tewas, mayoritas perempuan dan anak-anak, serta lebih dari 172.000 lainnya terluka akibat serangan Israel di Gaza.
Sejumlah analis menilai angka korban tersebut kemungkinan lebih rendah dari jumlah sebenarnya dan memperkirakan total korban jiwa dapat mencapai sekitar 200.000 orang.
Serangan yang terus berlangsung juga menyebabkan sebagian besar wilayah Gaza hancur dan memaksa seluruh penduduknya mengungsi.
Sumber: TRTWorld
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







