Akurat
Pemprov Sumsel

Serangan Drone Israel di Gaza Tewaskan Empat Warga Palestina, Termasuk Anak-Anak

Fitra Iskandar | 17 April 2026, 10:50 WIB
Serangan Drone Israel di Gaza Tewaskan Empat Warga Palestina, Termasuk Anak-Anak
Ilustrasi situasi Gaza. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Serangan militer Israel di Jalur Gaza kembali menewaskan sedikitnya empat warga Palestina, termasuk seorang anak. Serangan ini merupakan pelanggaran berulang kali atas gencatan senjata yang masih berlangsung.

Sumber medis pada Kamis (16/4/2026) menyatakan dua korban tewas merupakan saudara, Abdelmalek dan Abdel Sattar al-Attar. Keduanya meninggal dunia setelah serangan pesawat nirawak Israel menargetkan wilayah Beit Lahia di Gaza utara. Jenazah keduanya dibawa ke Rumah Sakit al-Shifa.

Saksi mata menyebut serangan tersebut terjadi di luar zona yang berada di bawah pendudukan Israel sebagaimana diatur dalam kesepakatan gencatan senjata.

Militer Israel menyatakan pihaknya mengidentifikasi dua warga Palestina yang melintasi garis yang disebut sebagai “Yellow Line” dan mendekati pasukan dengan cara yang dinilai sebagai “ancaman langsung”. Israel mengklaim keduanya tewas dalam serangan udara.

Pada hari yang sama, seorang anak berusia sembilan tahun, Saleh Badawi, tewas setelah pasukan Israel melepaskan tembakan di kawasan Zeitoun, sebelah timur Kota Gaza. Sejumlah warga lainnya dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Di wilayah selatan Gaza, seorang pria berusia 38 tahun, Mohsen al-Dabbari, juga tewas akibat serangan Israel di area Ard al-Laymoun, selatan Khan Younis.

Dalam insiden terpisah, tiga warga Palestina, termasuk seorang remaja laki-laki, mengalami luka-luka setelah pasukan Israel menembaki rumah dan tenda pengungsi di timur kamp pengungsi Al-Maghazi, Gaza tengah.

Pelanggaran Gencatan Senjata Berlanjut

“Yellow Line” merupakan garis batas penarikan pasukan Israel di dalam Gaza sesuai kesepakatan gencatan senjata, yang memisahkan wilayah timur—sekitar 53 persen wilayah kantong tersebut—yang masih berada di bawah pendudukan penuh Israel, dengan wilayah barat tempat warga Palestina diizinkan tinggal.

Sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025, Israel dilaporkan telah melakukan ratusan pelanggaran, dengan sedikitnya 765 warga Palestina tewas dan 2.140 lainnya luka-luka.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan tewas, mayoritas perempuan dan anak-anak, serta lebih dari 172.000 lainnya terluka akibat serangan Israel di Gaza.

Sejumlah analis menilai angka korban tersebut kemungkinan lebih rendah dari jumlah sebenarnya dan memperkirakan total korban jiwa dapat mencapai sekitar 200.000 orang.

Serangan yang terus berlangsung juga menyebabkan sebagian besar wilayah Gaza hancur dan memaksa seluruh penduduknya mengungsi.

Sumber: TRTWorld

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.