Akurat
Pemprov Sumsel

Paus Leo XIV Kritik “Tirani” dan Eksploitasi Afrika saat Kunjungan ke Kamerun

Fitra Iskandar | 17 April 2026, 11:41 WIB
Paus Leo XIV Kritik “Tirani” dan Eksploitasi Afrika saat Kunjungan ke Kamerun
Peta Afrika. Ilustrasi: mapquest

AKURAT.CO Pemimpin Gereja Katolik Paus Leo XIV melontarkan kritik keras terhadap para “tiran” dan praktik eksploitasi sumber daya Afrika dalam kunjungannya ke wilayah barat laut Kamerun yang dilanda konflik.

Dalam pidatonya di Katedral Saint Joseph, Kota Bamenda, Kamis (16/4/2026), Paus Leo XIV menyoroti situasi global yang menurutnya dirusak oleh segelintir pihak yang menyalahgunakan kekuasaan.

“Dunia sedang dirusak oleh segelintir tiran, namun tetap dipersatukan oleh banyak saudara dan saudari yang saling mendukung,” ujarnya.

Ia juga mengecam pihak-pihak yang memanfaatkan agama untuk kepentingan politik, militer, dan ekonomi. “Celakalah mereka yang memanipulasi agama dan nama Tuhan untuk keuntungan mereka sendiri, menyeret yang suci ke dalam kegelapan dan kehinaan,” kata Paus.

Kunjungan ini berlangsung dengan pengamanan ketat di Bamenda, pusat konflik separatis berbahasa Inggris yang telah berlangsung hampir satu dekade dan menewaskan ribuan orang. Setibanya di lokasi, Paus disambut warga yang bernyanyi dan meniup terompet, sebelum memberkati umat dan melepaskan burung merpati putih sebagai simbol perdamaian.

Dalam kesempatan tersebut, Paus juga menyinggung eksploitasi sumber daya di Afrika. “Mereka yang merampas sumber daya tanah ini sering menginvestasikan keuntungannya untuk senjata, sehingga memperpanjang siklus destabilisasi dan kematian,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa miliaran dolar dihabiskan untuk perang, sementara kebutuhan untuk pemulihan, pendidikan, dan pembangunan diabaikan.

Baca Juga: Donald Trump Balas PM Italia Giorgia Meloni yang Mengecamnya karena Menyerang Paus Leo

Sebelumnya, saat tiba di Kamerun pada Rabu, Paus menyerukan kepada para pemimpin negara tersebut untuk mengoreksi “hati nurani” mereka dan menangani korupsi serta pelanggaran hak asasi manusia. Pernyataan itu disampaikan di Istana Kepresidenan di hadapan Presiden Paul Biya.

Kunjungan ini merupakan lawatan paus keempat ke Kamerun dan yang pertama sejak Paus Benedict XVI pada 2009. Kunjungan dilakukan di tengah situasi politik yang memanas setelah penindakan terhadap protes atas terpilihnya kembali Biya untuk masa jabatan kedelapan.

Di wilayah berbahasa Inggris Kamerun, konflik bersenjata pecah sejak 2016 setelah pemerintah menindak demonstrasi damai yang menuntut kesetaraan. Kelompok separatis kemudian memproklamasikan Republik Ambazonia. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, sedikitnya 6.000 orang telah tewas dalam konflik tersebut.

Seorang guru setempat, Vivian Ndey, mengatakan kondisi pendidikan terganggu akibat konflik. Ia menyebut banyak guru takut mengajar dan sejumlah siswa tidak lagi hadir di sekolah.

Kelompok separatis sebelumnya mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari untuk menyambut kunjungan Paus.

Setelah Bamenda, Paus Leo XIV dijadwalkan memimpin misa di Douala pada Jumat sebelum melanjutkan perjalanan ke Angola dan Guinea Khatulistiwa.

Sumber: Euronews

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.