Akurat
Pemprov Sumsel

Israel Tangkap Dua Personel Angkatan Udara atas Dugaan Spionase untuk Iran

Fitra Iskandar | 18 April 2026, 06:49 WIB
Israel Tangkap Dua Personel Angkatan Udara atas Dugaan Spionase untuk Iran
Israel Tangkap Dua Personel Angkatan Udara atas Dugaan Spionase untuk Iran. Ilustrasi: Pixabay

AKURAT.CO Israel menangkap dua personel Angkatan Udara atas dugaan melakukan spionase untuk Iran. Mengutip pejabat militer, stasiun berbahasa Ibrani i24 News melaporkan kedua tersangka telah ditahan selama sekitar satu bulan sementara penyelidikan masih berlangsung.

Kepala divisi investigasi kriminal polisi militer, Lee Ayash, menyebut ada indikasi keterlibatan intelijen Iran dalam kasus tersebut.

Menurut Ayash, aparat mencurigai agen intelijen Iran merekrut para prajurit tersebut dan memanfaatkan posisi mereka untuk mengakses informasi sensitif terkait sistem militer, lokasi strategis, serta pejabat tinggi.

Laporan itu juga menyebut kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik kasus ini. Beberapa penangkapan tambahan disebut telah dilakukan pada tahap awal penyelidikan, termasuk terhadap personel dari unit sensitif seperti pertahanan udara.

Baca Juga: Intelijen Turki Tangkap 6 Orang Terkait Jaringan Spionase Iran

Dakwaan terhadap para tersangka diperkirakan akan diajukan dalam beberapa hari ke depan, dengan kemungkinan mencakup tuduhan serius seperti membantu musuh di masa perang.

Seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya mengatakan pihak keamanan akan mengambil “langkah tegas” dalam menangani kasus tersebut.

Penangkapan ini bukan yang pertama sejak ketegangan antara Israel dan Iran meningkat setelah pecahnya konflik pada akhir Februari.

Sebelumnya, pada 20 Maret, polisi Israel juga menangkap seorang tentara cadangan yang bekerja dalam sistem pertahanan udara Iron Dome atas dugaan spionase untuk Iran.

Perkembangan ini terjadi di tengah rencana dimulainya kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan konflik, setelah putaran awal pembicaraan di Islamabad pada 12 April belum membuahkan hasil.

Sementara itu, gencatan senjata sementara selama dua pekan telah dimulai sejak 8 April sebagai upaya menuju kesepakatan damai permanen.

Sumber: AA

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.