Iran Soal Araghchi Kunjungi Islamabad: Tak Ada Rencana Negosiasi dengan AS!

AKURAT.CO Pemerintah Iran menegaskan bahwa kunjungan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi ke Islamabad tidak ditujukan untuk melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat.
Pernyataan ini disampaikan secara tegas oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Sabtu (25/4/2026) yang menyebut bahwa agenda utama kunjungan tersebut adalah konsultasi dengan pemerintah Pakistan terkait upaya meredakan konflik kawasan.
Dalam keterangannya, pihak Teheran menekankan bahwa tidak ada pertemuan bilateral yang dijadwalkan antara Iran dan Amerika Serikat selama kunjungan tersebut.
Baca Juga: Hari ke-56 Perang, Iran Akui Baru Sebagian Senjata yang Digunakan untuk Lawan AS
Iran memilih untuk menyampaikan posisi dan pandangannya melalui jalur mediasi Pakistan, yang selama ini berperan sebagai fasilitator dialog di tengah kebuntuan diplomasi antara kedua negara.
Kunjungan ini berlangsung di tengah situasi konflik yang masih memanas sejak pecahnya perang pada akhir Februari 2026. Meski sempat tercapai gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan, perundingan sebelumnya gagal menghasilkan kesepakatan konkret.
Salah satu penyebab utama kebuntuan adalah rendahnya tingkat kepercayaan Iran terhadap komitmen Washington dalam menjalankan hasil kesepakatan.
Iran juga kembali menegaskan bahwa kelanjutan proses negosiasi sangat bergantung pada langkah Amerika Serikat, khususnya terkait pencabutan blokade laut yang hingga kini masih diberlakukan.
Bagi Teheran, blokade tersebut dianggap sebagai pelanggaran terhadap semangat gencatan senjata dan menjadi penghambat utama bagi terciptanya dialog yang konstruktif.
Baca Juga: Menlu Iran Tiba di Pakistan, Rundingan Damai Lanjutan Temui Titik Terang
Di sisi lain, Pakistan terus berupaya menjaga momentum diplomasi dengan mempertemukan kepentingan kedua pihak. Namun, tanpa adanya perubahan sikap dari Washington, peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat masih terlihat terbatas.
Kunjungan Araghchi ke Islamabad pun lebih dipandang sebagai langkah konsolidasi regional daripada terobosan langsung menuju meja perundingan dengan Amerika Serikat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Setelah Kyiv Memperbaiki Pipa Minyak dari Rusia, Hungaria Akan Cabut Larangan atas Pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina
- 2Iran Keluarkan Pernyataan Resmi Menolak Perundingan Baru dengan Amerika Serikat
- 3Kunci Jawaban Modul 3.7 Cinta Allah dan Rasul-Nya Bagian 7 dalam Pelatihan Pintar Kemenag
- 4Pembukaan Sebagian Wilayah Udara Dimulai, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran
- 5Warga Amerika: Demensia Trump Makin Parah, Pernyataan-pernyataannya Makin Aneh!
- 6Presiden Prabowo Kembali Perkuat Alutsista dari Prancis, Salah Satunya Jet Tempur Rafale
- 7Alhamdulillah, Iran Siap Akhiri Perang dengan Syarat Ini
- 8Terungkap! 4 Alasan Rakyat Amerika Tidak Suka Perang dengan Iran
- 9Golkar Dukung Arahan Presiden Prabowo, Prioritaskan MBG untuk Anak Kurang Gizi
- 10KPK: Banyak PIHK Kembalikan Uang Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji






