Akurat Logo

Iran Ajukan Proposal Damai ke Pakistan untuk Akhiri Perang dengan AS, Peluang Gencatan Senjata Permanen?

Fitra Iskandar | 26 April 2026, 16:18 WIB
Iran Ajukan Proposal Damai ke Pakistan untuk Akhiri Perang dengan AS, Peluang Gencatan Senjata Permanen?
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Foto: Press TV

AKURAT.CO Iran mengajukan proposal perdamaian komprehensif kepada Pakistan guna mendorong gencatan senjata permanen dengan Amerika Serikat (AS). Langkah diplomatik ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, saat kunjungan resminya ke Islamabad.

Dalam pertemuan tingkat tinggi dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, Araghchi menekankan pentingnya peran Pakistan sebagai mediator utama antara Teheran dan Washington di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari.

Pakistan Jadi Kunci Mediasi Iran-AS

Araghchi menyebut kunjungannya berlangsung produktif dan mengapresiasi komitmen Pakistan dalam mendorong stabilitas regional. Iran, kata dia, menawarkan kerangka diplomatik yang dinilai realistis untuk mengakhiri konflik secara permanen, dengan tetap menekankan penghormatan terhadap kedaulatan dan kepentingan keamanan nasional Teheran.

Meski demikian, Iran masih meragukan keseriusan AS dalam bernegosiasi secara substansial di tengah situasi konflik yang belum mereda.

Konflik Memanas, Jalur Diplomasi Dibuka

Ketegangan antara Iran dan AS meningkat sejak 28 Februari dan meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah. Pakistan selama ini memainkan peran penting sebagai penghubung komunikasi tidak langsung antara kedua negara, meskipun belum ada perundingan tatap muka yang efektif.

Upaya mediasi sebelumnya sempat menghasilkan gencatan senjata sementara pada 8 April, yang kemudian diperpanjang oleh Presiden AS, Donald Trump. Namun, perundingan langsung yang digelar di Islamabad beberapa waktu lalu berakhir tanpa kesepakatan.

Sikap AS Berubah, Negosiasi Tersendat

Pemerintah AS menunjukkan perubahan sikap setelah Trump membatalkan rencana pengiriman utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat senior Jared Kushner untuk melanjutkan pembicaraan.

Trump menyatakan tidak perlu melakukan perjalanan jauh jika tidak ada jaminan hasil konkret. Ia bahkan menegaskan bahwa Iran seharusnya mengambil inisiatif untuk memulai komunikasi.

Isu Krusial Masih Mengganjal

Sejumlah isu utama masih menjadi hambatan dalam negosiasi, termasuk akses pelayaran di Selat Hormuz, embargo laut AS terhadap pelabuhan Iran, serta program pengayaan uranium Teheran.

Iran juga menolak dialog langsung dengan AS dan memilih Pakistan sebagai perantara resmi dalam menyampaikan posisi dan proposal kedua pihak.

Diplomasi Berlanjut ke Oman dan Rusia

Setelah kunjungan ke Pakistan, Araghchi dijadwalkan melanjutkan lawatan diplomatik ke Muscat dan Moscow untuk memperluas dukungan internasional terhadap inisiatif perdamaian ini.

Para analis menilai konflik yang berkepanjangan telah berdampak signifikan terhadap jalur perdagangan global dan pasar energi. Keberhasilan atau kegagalan mediasi Pakistan dinilai akan menjadi penentu apakah kawasan Timur Tengah menuju stabilitas atau justru kembali memanas dalam waktu dekat.

Sumber: Yenisafak

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.