Iran Ajukan Proposal Damai ke Pakistan untuk Akhiri Perang dengan AS, Peluang Gencatan Senjata Permanen?

AKURAT.CO Iran mengajukan proposal perdamaian komprehensif kepada Pakistan guna mendorong gencatan senjata permanen dengan Amerika Serikat (AS). Langkah diplomatik ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, saat kunjungan resminya ke Islamabad.
Dalam pertemuan tingkat tinggi dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, Araghchi menekankan pentingnya peran Pakistan sebagai mediator utama antara Teheran dan Washington di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari.
Pakistan Jadi Kunci Mediasi Iran-AS
Araghchi menyebut kunjungannya berlangsung produktif dan mengapresiasi komitmen Pakistan dalam mendorong stabilitas regional. Iran, kata dia, menawarkan kerangka diplomatik yang dinilai realistis untuk mengakhiri konflik secara permanen, dengan tetap menekankan penghormatan terhadap kedaulatan dan kepentingan keamanan nasional Teheran.
Meski demikian, Iran masih meragukan keseriusan AS dalam bernegosiasi secara substansial di tengah situasi konflik yang belum mereda.
Konflik Memanas, Jalur Diplomasi Dibuka
Ketegangan antara Iran dan AS meningkat sejak 28 Februari dan meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah. Pakistan selama ini memainkan peran penting sebagai penghubung komunikasi tidak langsung antara kedua negara, meskipun belum ada perundingan tatap muka yang efektif.
Upaya mediasi sebelumnya sempat menghasilkan gencatan senjata sementara pada 8 April, yang kemudian diperpanjang oleh Presiden AS, Donald Trump. Namun, perundingan langsung yang digelar di Islamabad beberapa waktu lalu berakhir tanpa kesepakatan.
Sikap AS Berubah, Negosiasi Tersendat
Pemerintah AS menunjukkan perubahan sikap setelah Trump membatalkan rencana pengiriman utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat senior Jared Kushner untuk melanjutkan pembicaraan.
Trump menyatakan tidak perlu melakukan perjalanan jauh jika tidak ada jaminan hasil konkret. Ia bahkan menegaskan bahwa Iran seharusnya mengambil inisiatif untuk memulai komunikasi.
Isu Krusial Masih Mengganjal
Sejumlah isu utama masih menjadi hambatan dalam negosiasi, termasuk akses pelayaran di Selat Hormuz, embargo laut AS terhadap pelabuhan Iran, serta program pengayaan uranium Teheran.
Iran juga menolak dialog langsung dengan AS dan memilih Pakistan sebagai perantara resmi dalam menyampaikan posisi dan proposal kedua pihak.
Diplomasi Berlanjut ke Oman dan Rusia
Setelah kunjungan ke Pakistan, Araghchi dijadwalkan melanjutkan lawatan diplomatik ke Muscat dan Moscow untuk memperluas dukungan internasional terhadap inisiatif perdamaian ini.
Para analis menilai konflik yang berkepanjangan telah berdampak signifikan terhadap jalur perdagangan global dan pasar energi. Keberhasilan atau kegagalan mediasi Pakistan dinilai akan menjadi penentu apakah kawasan Timur Tengah menuju stabilitas atau justru kembali memanas dalam waktu dekat.
Sumber: Yenisafak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







