Setelah Viral Tentara Israel Menjarah Rumah Warga Lebanon, Militer Israel Buka Suara

AKURAT.CO Pimpinan militer Israel mengeluarkan peringatan keras kepada pasukannya menyusul dugaan penjarahan dan perilaku tidak pantas selama operasi militer di Lebanon selatan.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi dan berpotensi merusak reputasi militer.
“Fenomena penjarahan, jika benar terjadi, adalah tindakan memalukan dan dapat mencoreng citra seluruh militer. Jika ada insiden seperti itu, kami akan menyelidikinya,” ujar Zamir dalam pernyataan resmi, Minggu (27/4).
Dugaan Penjarahan Terkuak
Peringatan ini muncul setelah laporan media Israel, Haaretz, mengungkap dugaan bahwa sejumlah tentara mengambil barang milik warga sipil selama operasi di Lebanon selatan. Laporan tersebut mengutip kesaksian prajurit dan komandan di lapangan.
Selain itu, beredar pula video di media sosial yang menunjukkan tentara Israel merekam diri mereka saat merusak properti di dalam rumah warga.
Salah satu gambar yang viral bahkan memperlihatkan seorang prajurit menghancurkan patung Yesus dengan palu besar.
Sanksi Tegas dan Larangan Media Sosial
Militer Israel sebelumnya menyatakan dua tentara telah dijatuhi hukuman 30 hari penahanan militer serta dicopot dari tugas tempur terkait insiden tersebut.
Zamir juga menyoroti penggunaan media sosial oleh prajurit untuk menyebarkan konten kontroversial.
“Prajurit tidak boleh menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan bermasalah atau demi kepentingan pribadi. Ini adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pelanggaran akan berujung pada tindakan disipliner.
“Normalisasi perilaku seperti ini sama berbahayanya dengan ancaman operasional,” ujarnya.
Investigasi dan Ancaman Hukuman Pidana
Dalam pernyataan terpisah, militer Israel menegaskan bahwa segala bentuk perusakan properti sipil dan penjarahan dilarang keras.
Setiap laporan pelanggaran akan diperiksa secara menyeluruh, dan jika terbukti, pelaku bisa menghadapi sanksi disipliner hingga proses pidana.
Petugas polisi militer juga disebut melakukan inspeksi terhadap pasukan yang kembali dari wilayah operasi, khususnya di perbatasan utara.
LSM: Kasus Semakin Umum
Sementara itu, kelompok HAM Israel, Breaking the Silence, menyatakan bahwa praktik seperti penjarahan menjadi semakin sering sejak operasi darat Israel dalam perang Gaza yang dimulai pada 2023.
Meski tidak mengumpulkan kesaksian langsung dari Lebanon, organisasi tersebut menilai perilaku semacam itu kini “semakin umum” terjadi di kalangan pasukan.
Sorotan Global
Kasus ini menambah sorotan internasional terhadap operasi militer Israel di kawasan, terutama terkait perlindungan warga sipil dan kepatuhan terhadap hukum humaniter.
Dengan meningkatnya tekanan publik dan internasional, langkah tegas militer Israel dalam menangani pelanggaran internal akan menjadi kunci menjaga kredibilitasnya di mata dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







