Akurat Logo

Kim Jong Un Konfirmasi Prajurit Korut Diperintahkan Bunuh Diri daripada Ditangkap Militer Ukraina

Fitra Iskandar | 29 April 2026, 12:36 WIB
Kim Jong Un Konfirmasi Prajurit Korut Diperintahkan Bunuh Diri daripada Ditangkap Militer Ukraina
Prajurit Korea Utara. Foto: NKNEWS

AKURAT.CO Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, secara terbuka mengonfirmasi bahwa tentaranya yang dikirim membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina diperintahkan untuk tidak tertangkap hidup-hidup, bahkan jika harus mengakhiri nyawa sendiri.

Pernyataan itu disampaikan Kim saat menghadiri acara peringatan bagi tentara Korea Utara yang tewas dalam konflik di Pyongyang. Dalam pidatonya, ia memuji para prajurit yang memilih “meledakkan diri” sebagai bentuk pengorbanan.

Mereka adalah pahlawan yang telah membela kehormatan negara,” kata Kim, merujuk pada pasukan yang gugur di medan perang.

Konfirmasi Dugaan Lama

Pernyataan ini sekaligus menguatkan laporan sebelumnya dari pejabat Ukraina, Korea Selatan, dan Barat yang menyebut pasukan Korea Utara diperintahkan menghindari penangkapan dengan segala cara, termasuk bunuh diri.

Media Radio Free Europe/Radio Liberty melaporkan bahwa Korea Utara meresmikan kompleks memorial baru pada 26 April di Pyongyang untuk mengenang tentara yang tewas dalam perang Ukraina.

Situs tersebut dilaporkan memiliki sekitar 280 makam tentara. Namun, badan intelijen Korea Selatan memperkirakan jumlah korban tewas mencapai sekitar 2.000 orang, khususnya dalam operasi militer di wilayah Kursk, Rusia.

Sebelumnya, Pyongyang hanya mengakui 101 tentara yang tewas. Hingga kini, baik Korea Utara maupun Rusia belum merilis angka resmi korban.

Ribuan Tentara Dikirim ke Rusia

Korea Utara diperkirakan mengirim antara 14.000 hingga 15.000 personel militer ke Rusia dalam periode akhir 2024 hingga Juni 2025.

Pada awalnya, Moskow dan Pyongyang membantah keterlibatan tersebut. Namun, keduanya akhirnya mengakui keberadaan pasukan Korea Utara di garis depan pada April 2025.

Dalam acara peresmian memorial, Kim menyebut operasi militer itu sebagai “sejarah baru persahabatan antara Korea dan Rusia yang ditulis dengan darah.”

Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengirim surat kepada Kim dan menyebut monumen tersebut sebagai simbol persatuan kedua negara.

Imbalan Bantuan Militer

Sebagai imbalan atas dukungan militer, Korea Utara disebut menerima berbagai kompensasi dari Rusia, mulai dari uang tunai, bantuan pangan, hingga dukungan teknologi.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sebelumnya menyatakan bahwa ribuan tentara Korea Utara masih berada di wilayah Rusia hingga Februari lalu.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejauh ini hanya dua tentara Korea Utara yang berhasil ditangkap hidup-hidup oleh pasukan Ukraina, dan keduanya kini ditahan.

Perkembangan ini semakin menegaskan eskalasi keterlibatan internasional dalam perang Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sumber: Kyivpost

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.