Akurat Logo

10 Hari Jelang Pernikahan, Gadis 19 Tahun di Gaza Kritis Ditembak Sniper Israel

Fitra Iskandar | 4 Mei 2026, 10:17 WIB
10 Hari Jelang Pernikahan, Gadis 19 Tahun di Gaza Kritis Ditembak Sniper Israel
Ilustrasi tentara Israel. Foto: IDF

AKURAT.CO Seorang remaja perempuan di Gaza, Hala Salem Darwish (19), kini berjuang antara hidup dan mati setelah terkena tembakan sniper Israel hanya 10 hari sebelum hari pernikahannya.

Insiden terjadi saat Hala berada di rumah bersama keluarganya menjelang matahari terbenam. Sebuah peluru dilaporkan menembus jendela rumah dan mengenai kepalanya, membuatnya langsung ambruk di hadapan keluarga.

“Masih tersisa 10 hari menuju pernikahan kami. Dalam satu momen, semuanya berubah,” ujar tunangannya, Mohammed Shreihi, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Saat ini Hala dirawat intensif di unit ICU dengan kondisi kritis dan tidak stabil. Peluru disebut masih bersarang di kepalanya dan menyebabkan kerusakan parah pada jaringan otak. Hingga kini, tim medis belum dapat melakukan operasi.

Ayah korban, Salem, mengaku tidak bisa melupakan detik-detik kejadian tersebut.

“Kami sedang menyiapkan makanan ketika tiba-tiba peluru menembus jendela dan mengenai dia. Dia jatuh di depan kami. Saya tidak bisa melupakan kejadian itu,” katanya.

Pernikahan Hala sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada awal Mei.

Kasus ini mencerminkan kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza. Sistem kesehatan dilaporkan berada di ambang kehancuran, dengan sekitar 22.000 warga terluka dan sakit membutuhkan evakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.

Tunangannya juga mendesak International Committee of the Red Cross (ICRC) serta lembaga kemanusiaan lainnya untuk segera turun tangan membantu penyelamatan Hala.

Menurut otoritas kesehatan setempat, Israel terus melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada Oktober lalu. Sejak itu, tercatat ratusan warga Palestina tewas dan ribuan lainnya terluka.

Konflik berkepanjangan di Gaza selama dua tahun terakhir telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil. United Nations memperkirakan biaya rekonstruksi wilayah tersebut mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.

Sumber: TRTWorld

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.