Donald Trump Ultimatum Iran: Waktu Hampir Habis!

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Iran di tengah mandeknya negosiasi nuklir dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Melalui unggahan di Truth Social pada Minggu malam, Trump meminta Teheran segera bergerak menuju kesepakatan damai atau menghadapi konsekuensi besar.
“Bagi Iran, waktunya terus berjalan dan mereka harus bergerak CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. WAKTU SANGAT KRUSIAL!” tulis Trump.
Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan percakapan telepon dengan Trump terkait perang Iran-Israel dan kemungkinan operasi militer lanjutan.
Menurut laporan media Israel, Netanyahu juga dijadwalkan menggelar rapat kabinet keamanan terbatas di Yerusalem guna membahas fase berikutnya dari konfrontasi dengan Iran.
Israel Siap Hadapi “Segala Skenario”
Dalam rapat kabinet mingguan sebelum berbicara dengan Trump, Netanyahu menegaskan Israel berada dalam kondisi siaga penuh.
“Kami siap menghadapi setiap skenario,” kata Netanyahu sambil menegaskan bahwa Israel terus memantau perkembangan Iran.
Di sisi lain, juru bicara angkatan bersenjata Iran Abolfazl Shekarchi memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap Iran akan memicu respons besar yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap aset militer Amerika Serikat.
Ancaman juga datang dari Wakil Ketua Parlemen Iran Hamidreza Hajibabaei yang menyebut Iran dapat memblokir akses pasokan minyak Teluk dalam jangka panjang apabila fasilitas minyak negaranya diserang.
Negosiasi Nuklir AS-Iran Jalan Buntu
Meski gencatan senjata antara Washington dan Teheran tercapai pada 8 April lalu, pembicaraan damai hingga kini belum menunjukkan kemajuan berarti.
Media Iran menuduh Amerika Serikat menolak memberikan konsesi penting dalam proposal terbaru negosiasi.
Kantor berita Fars melaporkan Washington meminta Iran hanya mempertahankan satu fasilitas nuklir aktif dan menyerahkan stok uranium dengan pengayaan tinggi kepada AS.
Amerika Serikat juga disebut menolak mencairkan sebagian besar aset Iran yang dibekukan di luar negeri maupun memberikan kompensasi atas kerusakan akibat perang.
Sementara itu, kantor berita Mehr menilai negosiasi kini mengarah pada kebuntuan total dan menuding Washington mencoba memperoleh lewat diplomasi apa yang gagal dicapai melalui perang.
Dalam proposalnya, Iran dilaporkan meminta pencabutan blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran sejak 13 April, mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, penghentian konflik di Lebanon, serta pencabutan sanksi ekonomi.
Iran yang dikenal sebagai pendukung utama kelompok Hezbollah juga menuntut gencatan senjata permanen di Lebanon sebelum tercapainya kesepakatan damai yang lebih luas dengan Washington.
Selat Hormuz dan Serangan Drone Jadi Sorotan
Ketegangan kawasan kembali meningkat setelah serangan drone memicu kebakaran di dekat fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa maupun kebocoran radiasi.
Kelompok bersenjata pro-Iran di Irak diketahui memiliki drone tempur, sementara kelompok Houthi di Yaman juga memiliki kemampuan serangan UAV bersenjata.
Krisis Selat Hormuz turut menjadi topik penting dalam pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan ini.
Trump mengklaim Xi memastikan China tidak akan memberikan bantuan militer kepada Iran dan siap membantu menjaga Selat Hormuz tetap terbuka sebagai jalur utama perdagangan minyak dunia.
Meski demikian, pertemuan tersebut belum menghasilkan terobosan diplomatik besar.
Situasi terbaru ini memicu kekhawatiran global bahwa konflik Iran-Israel dapat berkembang menjadi perang regional yang lebih luas dan berdampak langsung terhadap harga minyak dunia serta stabilitas ekonomi internasional.
Sumber: Thisisbeirut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







