Akurat Logo

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 19 Orang, Anak-anak dan Perempuan Jadi Korban

Fitra Iskandar | 20 Mei 2026, 06:37 WIB
Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 19 Orang, Anak-anak dan Perempuan Jadi Korban
Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 19 Orang. Foto: Reuters

AKURAT.CO Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon kembali memanas setelah serangan udara Israel di wilayah Lebanon selatan pada Selasa menewaskan sedikitnya 19 orang, termasuk empat perempuan dan tiga anak-anak. Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut serangan tersebut menjadi salah satu gelombang serangan paling mematikan sejak gencatan senjata rapuh yang dimediasi Amerika Serikat diberlakukan.

Militer Israel belum memberikan komentar rinci terkait korban sipil dalam serangan tersebut. Namun, pihak militer menyatakan telah menyerang lebih dari 25 lokasi yang disebut sebagai infrastruktur milik kelompok Hezbollah di Lebanon selatan dalam rentang waktu Senin hingga Selasa.

Konflik terbaru antara Israel dan Hezbollah kembali pecah sejak 2 Maret lalu. Hezbollah diketahui meluncurkan roket ke wilayah Israel dua hari setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Sejak saat itu, bentrokan lintas perbatasan terus terjadi hampir setiap hari.

Salah satu serangan paling mematikan terjadi di desa Deir Qanoun al-Nahr, Provinsi Tyre, Lebanon pesisir. Pemerintah Lebanon menyebut serangan tersebut menghancurkan sebuah rumah dan menewaskan 10 orang, termasuk tiga anak-anak dan tiga perempuan. Tiga warga lainnya dilaporkan terluka, termasuk seorang anak.

Media pemerintah Lebanon melaporkan beberapa korban sempat tertimbun reruntuhan sebelum akhirnya dievakuasi beberapa jam kemudian.

Sementara itu, serangan udara lain di kota Nabatieh dilaporkan menewaskan empat orang dan melukai 10 lainnya, termasuk dua perempuan. Di desa Kfar Sir yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut, lima orang lainnya tewas akibat serangan terpisah, termasuk seorang perempuan.

Gelombang serangan terbaru ini terjadi hanya dua hari setelah perpanjangan gencatan senjata selama 45 hari yang dimediasi Amerika Serikat. Meski kesepakatan damai sementara itu masih berlaku, baku serang antara Israel dan Hezbollah terus berlangsung.

Israel sebelumnya meningkatkan operasi militernya di Lebanon selatan dan menggempur sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Beirut. Pemerintah Israel mengklaim operasi itu bertujuan menghancurkan fasilitas dan jaringan Hezbollah.

Di sisi lain, Hezbollah hingga kini menolak tekanan untuk melucuti senjata, termasuk desakan dari pemerintah Lebanon sendiri. Kelompok tersebut tetap aktif melakukan serangan drone dan roket ke posisi militer Israel serta wilayah perbatasan Israel utara.

Konflik berkepanjangan ini juga memicu krisis kemanusiaan besar di Lebanon. Lebih dari satu juta warga dilaporkan mengungsi akibat pertempuran dan serangan udara. Banyak keluarga terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat di sepanjang jalan maupun kawasan pesisir Beirut.

Militer Israel juga mengonfirmasi satu tentaranya tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan pada Selasa (19. Dengan demikian, jumlah tentara Israel yang tewas sejak konflik terbaru dimulai kini mencapai 21 orang.

Sumber: Guardian

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.