Iran Klaim AS Gagal Buka Selat Hormuz, Teheran Ancam Gunakan Senjata Rahasia

AKURAT.CO Iran mengklaim Amerika Serikat gagal membuka kembali Selat Hormuz meski telah melakukan berbagai upaya dan strategi tekanan. Di saat bersamaan, sumber militer Iran mengungkap Teheran memiliki persenjataan canggih yang hingga kini belum pernah digunakan dalam peperangan.
Pernyataan itu disampaikan pejabat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan dikutip kantor berita semi-resmi ISNA pada Rabu waktu setempat.
Wakil politik Angkatan Laut IRGC menyebut penutupan Selat Hormuz dilakukan atas perintah langsung Komandan Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri. Menurutnya, Washington gagal membalikkan situasi meski disebut telah menggunakan berbagai cara.
“Amerika, meski menggunakan ribuan trik dan tindakan penipuan, tetap tidak mampu membuka kembali Selat Hormuz,” ujarnya.
Ia juga menegaskan seluruh pasukan bersenjata Iran saat ini tetap dalam status siaga penuh dan siap merespons setiap potensi serangan baru.
Secara terpisah, seorang sumber militer Iran mengatakan negara tersebut telah mengembangkan senjata-senjata modern yang belum pernah dipakai dalam konflik apa pun. Dalam keterangannya kepada kantor berita Rusia RIA Novosti, sumber tersebut menegaskan Iran tidak mengalami kekurangan kemampuan militer maupun pertahanan.
Baca Juga: Ledakan Misterius Guncang Pulau Strategis Iran dekat Selat Hormuz, Pertahanan Udara Siaga Penuh
Ia juga memperingatkan bahwa Teheran tidak akan menunjukkan sikap menahan diri jika kembali menghadapi konfrontasi di masa mendatang.
Sebelumnya pada Rabu, Otoritas Selat Teluk Persia Iran mengumumkan pembentukan zona pengawasan baru di Selat Hormuz. Aturan itu mewajibkan kapal-kapal yang melintas di area tertentu untuk berkoordinasi langsung dengan otoritas Iran.
Kebijakan tersebut mencakup jalur pelayaran strategis antara Iran dan Uni Emirat Arab, baik di pintu masuk timur maupun barat Selat Hormuz.
Ketegangan kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.
Gencatan senjata sempat diberlakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu, tetapi tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran melalui jalur strategis tersebut.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







