Akurat Logo

Pemerintahan Trump Dikabarkan Siaga Tinggi Antisipasi Runtuhnya Kuba, AS Simulasikan Skenario Militer

Fitra Iskandar | 28 Mei 2026, 19:48 WIB
Pemerintahan Trump Dikabarkan Siaga Tinggi Antisipasi Runtuhnya Kuba, AS Simulasikan Skenario Militer
Pemerintahan Trump Dikabarkan Siaga Tinggi Antisipasi Runtuhnya Kuba. Foto: AI Generated

AKURAT.CO Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan berada dalam status siaga tinggi menyusul kekhawatiran kemungkinan runtuhnya pemerintahan Kuba dalam beberapa bulan ke depan.

Laporan media Amerika, Axios, pada Kamis 28 Mei 2026 menyebut pemerintahan Trump telah melakukan simulasi berbagai skenario militer untuk mengantisipasi potensi kekacauan apabila rezim di Havana benar-benar kolaps.

Mengutip pejabat pemerintah AS, laporan itu menyebut Washington tengah mempercepat tekanan terhadap Kuba melalui strategi yang disebut sebagai “gradual strangulation” atau pencekikan bertahap terhadap rezim.

AS Disebut Ingin Percepat Keruntuhan Pemerintah Kuba

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan strategi Washington saat ini bertujuan untuk “mempercepat runtuhnya rezim Kuba.” Meski demikian, ia menegaskan Gedung Putih tidak berupaya menggulingkan pemerintahan Havana secara mendadak.

Sebaliknya, pemerintahan Trump disebut memilih pendekatan tekanan bertahap melalui sanksi ekonomi dan langkah politik yang terus diperluas.

Situasi ini terjadi ketika Kuba tengah menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Krisis tersebut diperparah oleh embargo dan tekanan ekonomi Amerika Serikat yang menyebabkan kelangkaan bahan bakar serta krisis energi di berbagai wilayah negara itu.

Meski lebih mengutamakan transisi damai, pemerintah AS dilaporkan tetap menyiapkan opsi militer apabila situasi di Kuba berubah menjadi kacau dan tidak terkendali.

Washington Siapkan Paket Tekanan Baru terhadap Havana

Pejabat lain yang dikutip Axios menyebut Trump ingin mengeksplorasi seluruh opsi yang tersedia untuk meningkatkan tekanan terhadap Kuba.

Menurut laporan itu, Washington kini menyiapkan paket sanksi tambahan sebagai bagian dari strategi menghadapi pemerintah Havana.

Ketegangan antara kedua negara juga meningkat setelah Amerika Serikat melayangkan dakwaan terhadap mantan Presiden Kuba, Raúl Castro.

Di saat yang sama, kehadiran militer AS di kawasan Karibia disebut semakin diperkuat, termasuk dengan pengerahan kapal induk USS Nimitz ke wilayah tersebut.

Marco Rubio Ragukan Solusi Diplomatik dengan Kuba

Walaupun Gedung Putih terus menyatakan jalur diplomasi tetap menjadi pilihan utama, sejumlah pejabat senior Amerika mulai meragukan kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan pemerintahan Kuba saat ini.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, termasuk di antara pejabat yang disebut mempertanyakan peluang solusi damai dengan Havana.

Para analis menilai Washington kini tengah membangun dasar politik dan hukum untuk membenarkan kemungkinan tindakan militer di masa depan apabila situasi memburuk.

Pemerintah Kuba sendiri dipandang oleh sebagian pejabat AS sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Amerika karena hubungan dekat Havana dengan negara-negara yang dianggap musuh Washington.

Di sisi lain, Presiden Trump juga menghadapi berbagai tantangan geopolitik lain di kawasan maupun tingkat global yang diperkirakan akan memengaruhi prioritas kebijakan luar negeri AS sepanjang paruh kedua tahun 2026.

Sumber: VoE

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.