Akurat Logo

Rumania Tuduh Rusia Lakukan Eskalasi Serius Setelah Drone Serang Permukiman

Fitra Iskandar | 29 Mei 2026, 15:57 WIB
Rumania Tuduh Rusia Lakukan Eskalasi Serius Setelah Drone Serang Permukiman
Ilustrasi. AI Generated

AKURAT.CO Rumania menuduh Rusia melakukan “eskalasi serius dan tidak bertanggung jawab” setelah sebuah drone menghantam gedung apartemen bertingkat di wilayah Rumania dekat perbatasan Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rumania dalam pernyataannya pada Kamis (29/5/2026) menyebut drone tersebut memasuki wilayah udara Rumania saat Rusia melancarkan serangan semalam ke Ukraina.

Drone itu kemudian jatuh dan menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di Kota Galati, kawasan di tepi Sungai Danube yang berada tidak jauh dari perbatasan Ukraina.

Insiden tersebut memicu kebakaran dan membuat aparat keamanan serta tim penyelamat dikerahkan ke lokasi kejadian.

Otoritas Rumania mengatakan gedung tersebut telah dievakuasi dan sedikitnya dua orang mengalami luka ringan akibat serangan itu.

“Insiden ini merupakan eskalasi serius dan tindakan tidak bertanggung jawab dari Federasi Rusia,” kata Menteri Luar Negeri Rumania Toiu Oana melalui unggahan di platform X.

Hingga kini Rusia belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan tersebut.

Oana mengatakan pemerintah Rumania telah memberi informasi kepada negara-negara anggota Uni Eropa, sekutu NATO, serta Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengenai insiden itu.

Bucharest juga meminta percepatan pengiriman sistem pertahanan anti-drone untuk memperkuat keamanan wilayah udara Rumania.

“Federasi Rusia memikul tanggung jawab langsung atas tindakan serius dan tidak bertanggung jawab ini,” ujar Oana.

Anggota Kongres Amerika Serikat Joe Wilson turut mengecam insiden tersebut dan menuding Rusia menyerang Rumania tanpa provokasi.

“Kelompok keluarga yang sedang tidur di rumah mereka menjadi target. Satu-satunya cara menghentikan tindakan Rusia adalah melalui deterrence atau efek gentar,” katanya.

NATO juga mengutuk apa yang disebut sebagai tindakan ceroboh Rusia. Juru bicara NATO Allison Hart mengatakan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte terus berkomunikasi dengan otoritas Rumania terkait perkembangan situasi.

“NATO akan terus memperkuat pertahanan terhadap berbagai ancaman, termasuk serangan drone,” ujar Hart.

Rumania, anggota NATO dan Uni Eropa, memiliki perbatasan sepanjang sekitar 650 kilometer dengan Ukraina.

Sejak Rusia melancarkan invasi penuh ke Ukraina pada Februari 2022, Rumania tercatat telah mengalami 28 pelanggaran wilayah udara oleh drone Rusia, terutama sejak Moskow meningkatkan serangan ke pelabuhan Ukraina di Sungai Danube.

Presiden Moldova Maia Sandu juga mengecam keras insiden tersebut. Negara Moldova berbatasan langsung dengan Rumania dan Ukraina.

“Drone Rusia menyerang warga Rumania di rumah mereka sendiri. Ini sangat serius,” tulis Sandu di X.

“Rusia menjadi ancaman bagi semua pihak dan harus dihentikan,” lanjutnya.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut perang agresi Rusia kini telah melewati batas baru setelah drone Rusia menghantam wilayah padat penduduk di negara anggota Uni Eropa.

“Sebuah drone Rusia menyerang area padat penduduk di Rumania dan melukai warga sipil. Ini terjadi di wilayah Uni Eropa,” tulis von der Leyen.

Ia menegaskan Uni Eropa akan terus meningkatkan tekanan terhadap Moskow dan tengah menyiapkan paket sanksi ke-21 terhadap Rusia.

Sumber: Rferl

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.