Wabah Kolera di Nigeria Semakin Mengkhawatirkan, 37 Tewas dan Menginfeksi 3.000 Lainnya

AKURAT.CO Wabah kolera yang melanda Negara Bagian Borno, Nigeria timur laut, kian mengkhawatirkan setelah menewaskan sedikitnya 37 orang dan menginfeksi lebih dari 3.000 warga sejak awal Mei 2026.
Media lokal Punch melaporkan lonjakan kasus tersebut kini telah berkembang menjadi darurat kesehatan masyarakat yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi dari pemerintah serta mitra internasional.
Kementerian Kesehatan Nigeria menyebut wabah kolera telah menyebar ke 36 distrik di Borno, menjadikannya salah satu penyebaran penyakit terbesar di kawasan itu dalam beberapa tahun terakhir.
Maiduguri Jadi Pusat Penyebaran Wabah
Ibu kota Borno, Maiduguri, menjadi episentrum wabah dengan menyumbang lebih dari separuh total kasus yang tercatat.
Tingginya jumlah pasien membuat fasilitas kesehatan setempat berada di bawah tekanan, sementara otoritas kesehatan berupaya mempercepat penanganan guna mencegah penyebaran yang lebih luas.
Kolera merupakan penyakit infeksi akut yang umumnya menyebar melalui air atau makanan yang terkontaminasi bakteri. Penyakit ini dapat menyebabkan diare berat dan dehidrasi yang berpotensi fatal jika tidak segera ditangani.
Nigeria Kerahkan Sumber Daya untuk Kendalikan Wabah
Pemerintah Nigeria bersama berbagai organisasi internasional kini meningkatkan upaya penanggulangan wabah dengan mengerahkan tambahan sumber daya ke wilayah terdampak.
Langkah yang dilakukan antara lain memperkuat sistem penyediaan air bersih, sanitasi, dan kebersihan lingkungan guna memutus rantai penyebaran penyakit.
Selain itu, pusat-pusat pengendalian infeksi juga tengah dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan lonjakan pasien dalam beberapa pekan ke depan.
Para pejabat kesehatan memperingatkan bahwa wabah dapat terus meluas jika langkah pengendalian tidak dilakukan secara cepat dan efektif.
Kondisi sanitasi yang buruk, akses air bersih yang terbatas, serta tingginya mobilitas penduduk menjadi faktor yang berpotensi mempercepat penyebaran kolera di wilayah tersebut.
Sumber: APA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







