Akurat Logo

Kongo Membuka kembali Bandara di Pusat Penyebaran Wabah Ebola

Fitra Iskandar | 3 Juni 2026, 08:36 WIB
Kongo Membuka kembali Bandara di Pusat Penyebaran Wabah Ebola
Kongo Membuka kembali Bandara di Pusat Penyebaran Wabah Ebola. Foto: Reuters

AKURAT.CO Pemerintah Republik Demokratik Kongo resmi membuka kembali Bandara Bunia di Provinsi Ituri, wilayah yang menjadi pusat penyebaran wabah Ebola terbesar saat ini, setelah sebelumnya menangguhkan penerbangan penumpang demi menekan penyebaran virus mematikan tersebut.

Kementerian Transportasi Kongo dalam pernyataan yang dirilis Senin malam menyatakan bahwa kondisi telah memungkinkan untuk dilakukan "pemulihan bertahap dan aman aktivitas transportasi udara". Dengan keputusan tersebut, operasional bandara kembali dibuka efektif segera.

Sebelumnya, pemerintah di Kinshasa menghentikan sementara seluruh penerbangan penumpang menuju Bunia, bandara utama di Provinsi Ituri, setelah kasus pertama Ebola terdeteksi di wilayah tersebut. Selama masa pembatasan, hanya penerbangan kemanusiaan dan medis yang tetap diizinkan beroperasi dengan persetujuan khusus.

Sebagai bagian dari langkah pencegahan, pemerintah memberlakukan sejumlah protokol kesehatan ketat bagi seluruh penumpang. Setiap calon penumpang wajib menjalani pemeriksaan suhu tubuh sebelum keberangkatan maupun setelah tiba di tujuan. Selain itu, seluruh penumpang diwajibkan mencuci tangan sebelum naik pesawat, sementara mereka yang terdeteksi mengalami demam tidak akan diizinkan terbang.

Wabah Ebola jenis Bundibugyo diumumkan oleh Africa Centres for Disease Control and Prevention pada 15 Mei lalu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian menetapkan wabah tersebut sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Para pejabat kesehatan mengakui wabah ini telah menyebar selama beberapa pekan tanpa terdeteksi, sehingga upaya penanganan kini menghadapi tantangan besar untuk mengejar penyebaran virus yang sudah meluas. Wabah saat ini juga tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah Kongo.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang baru saja mengunjungi wilayah terdampak, mengatakan terdapat sejumlah perkembangan positif dalam respons penanganan wabah. Ia menyebut lima pasien telah dinyatakan sembuh secara resmi.

Meski demikian, Tedros menegaskan bahwa kapasitas pengujian dan perawatan pasien masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Ia juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan agar upaya pengendalian wabah dapat berjalan lebih efektif.

Berdasarkan data terbaru pemerintah Kongo, jumlah kasus Ebola yang telah terkonfirmasi mencapai 321 kasus dengan 48 kematian. Penyebaran virus kini telah menjangkiti 15 dari 36 zona kesehatan di Provinsi Ituri.

Tak hanya di Ituri, kasus Ebola juga telah terdeteksi di Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan, serta meluas hingga negara tetangga, Uganda.

Sementara itu, organisasi bantuan kemanusiaan International Rescue Committee (IRC) memperingatkan bahwa skala wabah kemungkinan jauh lebih besar dibandingkan angka resmi yang dilaporkan pemerintah. Menurut IRC, virus Ebola diduga telah menyebar selama hingga tiga bulan sebelum kasus pertama berhasil diidentifikasi pada pertengahan Mei.

Peringatan tersebut menambah kekhawatiran bahwa jumlah infeksi sebenarnya bisa lebih tinggi, sehingga otoritas kesehatan menghadapi tantangan besar untuk membendung penyebaran wabah yang terus meluas di kawasan Afrika Tengah.

Sumber: Miamiherald

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.