Pendukung Setia Trump Mark Levin Tak Terima AS Buat Kesepakatan Damai dengan Iran

AKURAT.CO Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menandatangani kesepakatan damai dengan Iran mulai memicu kritik dari kalangan pendukungnya sendiri. Salah satu yang paling vokal adalah komentator konservatif sekaligus sekutu politik Trump, Mark Levin, yang menuntut transparansi penuh terkait isi perjanjian yang saat ini masih dirahasiakan.
Levin, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung paling loyal Trump dan pendukung kebijakan garis keras terhadap Iran, mempertanyakan mengapa pemerintah AS belum mempublikasikan memorandum of understanding (MoU) yang akan menjadi dasar kesepakatan antara Washington dan Teheran.
Melalui unggahan di platform X pada Minggu (15/6/2026), Levin mempertanyakan apakah dokumen tersebut telah dirilis agar publik dapat membacanya secara langsung.
"Apakah MoU itu sudah dipublikasikan sehingga kita bisa benar-benar membacanya? Jika belum, mengapa tidak?" tulis Levin.
Menurutnya, penjelasan yang hanya diberikan kepada sejumlah wartawan melalui pejabat anonim pemerintah tidak cukup untuk menjelaskan dampak kesepakatan yang berpotensi mengubah arah kebijakan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Trump Dorong Penandatanganan Kesepakatan
Kritik Levin muncul saat Trump tengah mempercepat finalisasi kesepakatan damai yang disebut akan ditandatangani dalam waktu dekat.
Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan perjanjian tersebut akan membuka kembali Selat Hormuz bagi seluruh lalu lintas pelayaran internasional sekaligus menjadi langkah penting untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Kesepakatan itu juga disebut menjadi bagian dari upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari 100 hari antara Amerika Serikat dan Iran.
Namun rincian resmi mengenai isi perjanjian masih belum dipublikasikan secara lengkap.
Isi Kesepakatan Mulai Bocor
Sejumlah laporan media internasional menyebut rancangan kesepakatan mencakup beberapa poin penting yang dinilai kontroversial.
Di antaranya adalah pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran, penghentian blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran, pencairan sekitar USD 25 miliar aset Iran yang selama ini dibekukan, pelonggaran sanksi ekspor minyak, serta penundaan pembahasan lebih lanjut mengenai program nuklir Iran ke tahap negosiasi berikutnya.
Bagi kelompok konservatif yang selama ini mendorong tekanan maksimal terhadap Teheran, konsesi tersebut dianggap terlalu menguntungkan Iran.
Levin Tolak Gencatan Senjata
Kritik Levin terhadap kebijakan Trump sebenarnya telah muncul sejak pembahasan gencatan senjata mulai mengemuka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







