Pria Belarusia Ditangkap di Prancis, Diduga Mata-Matai Pabrik Drone Pemasok Ukraina untuk Rusia

AKURAT.CO Otoritas Prancis mengungkap penangkapan seorang warga Belarusia yang diduga melakukan aktivitas spionase untuk Rusia setelah tertangkap merekam prototipe drone militer yang diproduksi perusahaan pemasok angkatan bersenjata Ukraina.
Kantor Kejaksaan Paris pada Jumat (20/6) mengonfirmasi bahwa pria berusia 48 tahun tersebut ditangkap pada 3 Juni lalu saat berada di fasilitas produksi perusahaan drone Delair di Labège, dekat Toulouse, Prancis selatan.
Menurut hasil penyelidikan Direktorat Jenderal Keamanan Dalam Negeri Prancis (DGSI), rekaman video yang dibuat tersangka diketahui telah dikirim kepada seseorang di Rusia.
“Pria itu ditangkap saat merekam prototipe drone milik perusahaan yang memasok kebutuhan militer Prancis dan Ukraina,” kata pihak kejaksaan, seperti dikutip media Prancis Le Figaro.
Penyidik menyatakan bukti digital menunjukkan video tersebut diteruskan kepada kontak yang berada di Rusia, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya aktivitas pengumpulan informasi strategis untuk kepentingan asing.
Pabrik Drone Pemasok Ukraina Jadi Sasaran
Sumber yang dekat dengan penyelidikan menyebut tersangka diketahui tinggal di Spanyol dan secara khusus mendatangi fasilitas Delair, perusahaan teknologi pertahanan yang memproduksi drone untuk kebutuhan militer.
Fakta lain yang mengejutkan, dua hari sebelum penangkapan terjadi, pabrik tersebut juga menjadi sasaran serangan bom molotov. Beruntung, perangkat peledak rakitan itu gagal meledak sehingga tidak menimbulkan kerusakan.
Meski demikian, pihak Delair memastikan insiden tersebut tidak mengganggu operasional perusahaan.
"Kami menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada otoritas terkait dan tidak memiliki komentar tambahan," ujar Kepala Hubungan Publik Delair, Stéphane Douce.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








