Gelombang Panas Panggang Eropa, Prancis Batasi Konsumsi Alkohol dan Kegiatan Olahraga Luar Ruangan
AKURAT.CO Pemerintah Prancis memberlakukan pembatasan konsumsi alkohol di ruang publik dan membatalkan sejumlah kegiatan olahraga luar ruangan menyusul gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian wilayah Eropa.
Otoritas setempat juga meningkatkan kesiapsiagaan layanan darurat dan militer untuk mengantisipasi risiko kebakaran hutan yang meningkat akibat suhu tinggi dan cuaca kering.
Badan meteorologi nasional Prancis menetapkan status siaga merah gelombang panas di sekitar sepertiga wilayah negara itu pada Minggu (21/6). Suhu udara di sejumlah daerah diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius, sementara cuaca yang lebih panas diprediksi terjadi pada awal pekan depan.
Di Paris, berbagai langkah mitigasi mulai diterapkan. Menara Eiffel dan sejumlah lokasi wisata lainnya memasang stasiun kabut air atau misting station untuk membantu mendinginkan pengunjung yang beraktivitas di ruang terbuka.
Langkah-langkah tersebut diambil untuk mengurangi dampak kesehatan akibat cuaca panas yang semakin ekstrem. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya memperingatkan bahwa lebih dari 200.000 orang di Eropa meninggal akibat penyebab yang berkaitan dengan panas dalam empat tahun terakhir.
WHO juga memperkirakan suhu di atas rata-rata masih akan terjadi sepanjang musim panas tahun ini, sehingga meningkatkan risiko kelelahan akibat panas hingga serangan panas (heat stroke) yang dapat mengancam jiwa.
Lembaga kesehatan itu mendorong negara-negara Eropa untuk menerapkan rencana penanganan gelombang panas, termasuk membuka pusat pendinginan, menyediakan tempat berteduh, serta menerapkan jam kerja yang lebih fleksibel agar pekerja tidak terpapar sinar matahari pada siang hari.
Festival Musik Nasional Jadi Sorotan
Gelombang panas kali ini menjadi perhatian khusus karena bertepatan dengan perayaan Hari Musik Nasional Prancis yang digelar setiap tahun pada musim panas.
Acara yang melibatkan ribuan pertunjukan musik di berbagai kota tersebut diperkirakan menarik jutaan pengunjung. Untuk mengurangi beban layanan kesehatan dan petugas darurat, pemerintah memerintahkan penyelenggara membatasi konsumsi alkohol selama kegiatan berlangsung.
Pemerintah menegaskan kebijakan tersebut bertujuan menjaga kapasitas layanan darurat agar tenaga medis dapat fokus menangani kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap dampak suhu ekstrem.
Lansia dan Tunawisma Jadi Prioritas
Otoritas Prancis menaruh perhatian khusus kepada para lansia yang tinggal di panti jompo maupun yang hidup sendirian di rumah. Selain itu, warga tunawisma yang harus bertahan di jalanan juga dinilai menghadapi risiko kesehatan yang tinggi.
Kekhawatiran tersebut mengingatkan pada tragedi gelombang panas tahun 2003 yang menyebabkan sekitar 15.000 warga lanjut usia meninggal dunia di Prancis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina, Rusia Mengancam: Semakin Terlibat, Semakin Tinggi Harga yang Harus Dibayar!
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk








