Trump Kritik Sekutu NATO soal Perang Iran, Italia hingga Jerman Disebut Mengecewakan

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras kepada sejumlah sekutu utama NATO terkait dukungan mereka selama konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Dalam pernyataannya di Gedung Putih pada Rabu, Trump menyebut Italia, Inggris, Jerman, dan Prancis tidak memberikan dukungan yang memuaskan kepada Washington.
Berbicara bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Trump mengaku kecewa terhadap respons sejumlah negara anggota aliansi militer tersebut selama perang dengan Iran yang kini memasuki bulan ketiga.
“Saya kecewa dengan Italia. Saya kecewa dengan Inggris,” kata Trump.
“Kami kecewa dengan Jerman dan Prancis. Kami kecewa dengan sebagian besar dari mereka,” lanjutnya.
Trump bahkan melontarkan kritik yang lebih tajam kepada Spanyol. Menurutnya, Madrid tidak memberikan kontribusi yang memadai terhadap upaya pertahanan kolektif NATO.
“Spanyol sangat buruk. Mereka tidak ingin membayar apa pun. Mereka menganggap bisa menikmati semuanya secara gratis,” ujar Trump.
Trump Tuntut Loyalitas dari Sekutu NATO
Meski mengkritik sejumlah anggota NATO, Trump memberikan pujian kepada Mark Rutte dan menyatakan keduanya akan membahas perkembangan terbaru terkait NATO serta situasi keamanan internasional.
“Saya sangat menghormati orang ini,” kata Trump merujuk kepada Rutte.
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak meminta tambahan dana dari negara-negara sekutu. Namun, ia menginginkan loyalitas yang lebih besar dari anggota NATO, terutama mengingat besarnya kehadiran militer AS di Eropa.
“Kami tidak membutuhkan uang mereka. Kami tidak membutuhkan apa pun. Saya hanya ingin loyalitas,” ujarnya.
Trump juga menyoroti keberadaan ribuan tentara Amerika yang ditempatkan di berbagai negara Eropa, termasuk sekitar 50.000 personel militer AS di Jerman.
Menurutnya, Washington selama ini selalu mendukung sekutu-sekutunya, tetapi tidak mendapatkan dukungan yang setara ketika membutuhkannya.
Mark Rutte Bela Komitmen Trump terhadap NATO
Usai pertemuan tersebut, Mark Rutte menepis anggapan bahwa Trump tidak berkomitmen terhadap NATO. Ia menegaskan Presiden AS tetap mendukung aliansi transatlantik tersebut, namun menginginkan pembagian beban yang lebih seimbang.
“Dia sepenuhnya berkomitmen terhadap aliansi NATO,” kata Rutte.
Menurut Rutte, Trump sejak lama menekankan bahwa negara-negara anggota NATO perlu meningkatkan anggaran pertahanan mereka agar lebih seimbang dengan kontribusi Amerika Serikat.
Rutte juga menyebut KTT NATO di Den Haag berhasil menghasilkan komitmen pengeluaran pertahanan sebesar 5 persen dari anggota aliansi.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa pengeluaran militer negara-negara Eropa dan Kanada meningkat sebesar 139 miliar dolar AS dalam setahun terakhir.
Menurut Rutte, negara-negara Eropa dan Kanada kini berada pada jalur yang mengarah pada peningkatan kontribusi pertahanan yang lebih seimbang dengan Amerika Serikat.
Sumber: Yenisafak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Relawan MBG Prihatin Operasional SPPG Dihentikan, Soroti Nasib Pekerja Dapur Gizi
- 2Link Live Streaming Argentina vs Austria Piala Dunia 2026: Nonton Gratis di TVRI!
- 3Prediksi Skor Turki vs Paraguay: Saatnya Crescent-Stars Bangkit atau La Albirroja Ciptakan Kejutan?
- 4Poco X8 Pro Yellow Resmi di Indonesia: Intip Harga, Spesifikasi, dan Desain Kuning Ikoniknya!
- 5Kalender Jawa 22 Juni 2026: Watak Weton Senin Kliwon, Sosok Bijaksana yang Sulit Ditebak
- 6Prediksi Skor Skotlandia vs Maroko: Laga Penentu Grup C Piala Dunia 2026 yang Bisa Ubah Peta Persaingan
- 7Prediksi Skor Brasil vs Haiti: Selecao Dituntut Menang Besar demi Jaga Peluang Juara Grup C Piala Dunia 2026
- 8Link Live Streaming Portugal vs Uzbekistan Piala Dunia 2026, Nonton Resmi via MAXStream dan TVRI!
- 9Modus Setoran Biro Jasa ke Imigrasi Bali, Berkas KITAS-KITAP Tidak Diklik jika Ogah Bayar
- 10KPK Bongkar Peran Penting Bos Maktour, Jadi Inisiator Pembagian Kuota Tambahan







