Akurat Logo
Bank Indonesia

PM Meloni Bantah Sekjen NATO: Italia Tidak Terlibat dalam Konflik Iran

Fitra Iskandar | 26 Juni 2026, 08:36 WIB
PM Meloni Bantah Sekjen NATO: Italia Tidak Terlibat dalam Konflik Iran
Georgia Meloni. Foto: Engelsberg Ideas

AKURAT.CO Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni membantah pernyataan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte yang menyebut Italia memberikan dukungan besar terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Israel selama konflik dengan Iran. Meloni menegaskan negaranya tidak pernah terlibat dalam serangan terhadap Teheran.

Kontroversi bermula setelah Rutte dalam wawancara dengan Fox News mengatakan sekitar 500 pesawat militer Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer di Italia selama konflik berlangsung. Pernyataan itu memicu kritik dari oposisi Italia yang mempertanyakan konsistensi pemerintah setelah sebelumnya menegaskan tidak ikut dalam perang.

Menanggapi polemik tersebut, Meloni menilai pernyataan Rutte telah menimbulkan kesan keliru bahwa wilayah Italia digunakan untuk melancarkan serangan langsung ke Iran.

Meloni: Italia Tidak Pernah Ikut Berperang

Dalam konferensi pers di sela-sela KTT Prancis-Italia di Prancis selatan, Meloni menegaskan bahwa pemerintah Italia hanya mengizinkan penggunaan fasilitas militer untuk keperluan logistik dan teknis sesuai perjanjian yang telah berlaku.

"Kami tidak berpartisipasi dalam konflik dengan Iran," tegas Meloni.

Ia mengatakan Sekjen NATO telah mencampuradukkan berbagai jenis penerbangan yang diizinkan sehingga memunculkan persepsi seolah Italia terlibat langsung dalam operasi militer.

Menurut Meloni, jika Italia benar-benar ikut dalam konflik tersebut, tidak akan ada alasan bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk terus mengkritik sikap pemerintahannya.

Meloni juga mengaku tidak mengetahui alasan Rutte memberikan penjelasan yang menurutnya terlalu disederhanakan.

"Barangkali itu dilakukan untuk mempersiapkan KTT NATO sebaik mungkin, tetapi saya rasa kita harus berhati-hati ketika membahas persoalan seperti ini," ujarnya.

NATO Klarifikasi Pernyataan Rutte

Setelah polemik mencuat, juru bicara NATO Allison Hart memberikan klarifikasi bahwa pernyataan Rutte hanya merujuk pada dukungan logistik dan teknis yang diberikan Italia berdasarkan kerja sama bilateral yang telah lama berlaku.

Hart menegaskan Rutte tidak pernah bermaksud menyatakan bahwa Italia ikut serta dalam serangan militer terhadap Iran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani juga telah membahas persoalan tersebut dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Menurut Meloni, pihak Iran memahami bahwa telah terjadi kesalahpahaman terkait pernyataan tersebut.

Kritik Trump Jadi Latar Belakang Polemik

Pernyataan Meloni juga dinilai berkaitan dengan kritik berulang yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Italia selama konflik Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump menuding sejumlah negara Eropa, termasuk Italia, tidak memberikan dukungan yang memadai kepada Washington dalam menghadapi Iran.

Trump bahkan mempertanyakan komitmen Italia di dalam NATO dan menyebut sekutu-sekutu Amerika terlalu bergantung pada kekuatan militer Washington.

Ia juga sebelumnya mengklaim Italia tidak mengizinkan Amerika Serikat menggunakan landasan pacu dan fasilitas penerbangan di wilayahnya selama konflik berlangsung sehingga menyulitkan operasi logistik militer AS.

Hubungan Trump dan Meloni Memanas

Perselisihan keduanya semakin mencuat setelah pertemuan G7. Trump sempat mengklaim Meloni berulang kali meminta berfoto dengannya dan menuding popularitas pemimpin Italia itu terus menurun.

Meloni membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebut pernyataan Trump tidak sesuai dengan kenyataan.

Ia juga menegaskan bahwa posisinya sebagai pemimpin Italia tidak bergantung pada hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat.

"Popularitas saya bergantung pada kemampuan saya membela kepentingan nasional Italia, dan itulah yang selalu saya lakukan," kata Meloni.

Sumber: Indiatoday

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.