Akurat Logo
Bank Indonesia

Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 214 Orang, Puluhan Ribu Warga Dilaporkan Hilang

Fitra Iskandar | 26 Juni 2026, 14:59 WIB
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 214 Orang, Puluhan Ribu Warga Dilaporkan Hilang
Bangunan roboh setelah gempa Venezuela. Foto: Reuters/Yonhap

AKURAT.CO Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Rabu (25/6/2026) waktu setempat, sedikitnya 214 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ribuan lainnya masih menjadi korban luka dan puluhan ribu warga belum diketahui keberadaannya.

Berdasarkan laporan Reuters, gempa kuat yang mengguncang wilayah barat Caracas pada 24 Juni menyebabkan kerusakan besar di sejumlah kota dan memicu operasi penyelamatan berskala nasional.

Lebih dari 1.500 Korban Luka, Ratusan Masih Tertimbun

Otoritas mencatat lebih dari 1.520 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka-luka yang diderita.

Selain itu, sedikitnya 200 orang dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan dan proses evakuasi terus berlangsung.

Sementara itu, sebuah situs pelacakan orang hilang secara daring mencatat lebih dari 46.000 orang masih berstatus hilang setelah gempa melanda.

Ratusan Bangunan Hancur, Ribuan Keluarga Kehilangan Rumah

Gempa juga mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur di berbagai wilayah, termasuk ibu kota Caracas dan Kota Morón.

Sekitar 250 bangunan dilaporkan runtuh, mengakibatkan sedikitnya 3.000 keluarga kehilangan tempat tinggal.

Wilayah La Guaira menjadi daerah yang mengalami dampak paling berat. Lebih dari 70.000 keluarga dilaporkan terdampak bencana tersebut.

Pemerintah Venezuela kemudian menetapkan La Guaira sebagai zona bencana karena besarnya tingkat kerusakan.

Pemerintah Tetapkan Status Darurat Nasional

Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, telah menetapkan status darurat nasional dan mengajukan permintaan bantuan penyelamatan kepada komunitas internasional.

Di sejumlah lokasi terdampak, warga dilaporkan melakukan pencarian korban secara manual menggunakan tangan kosong akibat minimnya peralatan penyelamatan.

Masyarakat juga mendesak bantuan darurat segera dikirim karena persediaan makanan dan perlengkapan medis mulai menipis.

Bantuan Internasional Mulai Berdatangan

Merespons situasi tersebut, sejumlah negara bersama organisasi internasional mulai mengirimkan bantuan kemanusiaan.

Amerika Serikat, Rusia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta Palang Merah mengerahkan tim penyelamat dan bantuan medis untuk mendukung operasi kemanusiaan di Venezuela.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengumumkan paket bantuan darurat senilai USD150 juta untuk membantu penanganan dampak gempa.

Fasilitas Minyak dan Gas Tetap Beroperasi

Di tengah kerusakan yang meluas, Reuters melaporkan fasilitas utama minyak dan gas Venezuela tidak mengalami kerusakan signifikan.

Sebagian besar operasional sektor energi negara tersebut disebut masih berjalan normal meski wilayah lain masih berjuang menghadapi dampak bencana.

Proses pencarian korban masih terus dilakukan, sementara pemerintah memperkirakan jumlah korban jiwa maupun warga hilang masih dapat bertambah seiring berlanjutnya operasi penyelamatan di berbagai daerah terdampak.

 Sumber: Asiatoday

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.