Intelijen Israel Bantah Klaim Netanyahu, Program Nuklir Iran Disebut Belum Hancur Total

AKURAT.CO Klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa program nuklir Iran telah "dihancurkan sepenuhnya" usai perang 12 hari pada Juni 2025 ternyata tidak mendapat dukungan dari badan intelijen negaranya sendiri.
Laporan harian Yedioth Ahronoth mengungkap, sejumlah lembaga intelijen Israel menolak permintaan kantor Netanyahu untuk mengesahkan penilaian tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan belum didukung bukti yang memadai.
Penolakan itu terjadi hanya beberapa jam setelah gencatan senjata mengakhiri konflik singkat antara Israel dan Iran pada Juni lalu.
Intelijen Tolak Tanda Tangan Dokumen
Menurut laporan tersebut, kantor Netanyahu meminta aparat keamanan dan intelijen mengeluarkan dokumen resmi yang menyatakan seluruh fasilitas nuklir Iran telah dihancurkan.
Namun, para pejabat intelijen menilai kesimpulan itu terlalu dini.
"Ada satu masalah kecil dengan pernyataan itu. Pernyataan tersebut sama sekali tidak benar," tulis Yedioth Ahronoth.
Seorang pejabat senior intelijen bahkan disebut menolak menandatangani dokumen tersebut.
"Saya tidak bisa menandatangani ini," katanya kepada atasannya.
Ia beralasan lembaganya belum memiliki informasi yang cukup untuk memastikan seluruh infrastruktur nuklir Iran benar-benar hancur. Menurutnya, mengesahkan laporan yang belum dapat diverifikasi justru akan merusak kredibilitas intelijen Israel.
Serangan Disebut Hanya Memperlambat Program Nuklir Iran
Berdasarkan penilaian awal dari citra satelit, fasilitas nuklir Iran memang mengalami kerusakan besar akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat.
Namun, kerusakan tersebut dinilai belum menghancurkan seluruh program nuklir Iran.
Laporan menyebut sejumlah ilmuwan dan pejabat di Komisi Energi Atom Israel juga menolak menandatangani dokumen yang menyebut fasilitas pengayaan uranium Fordow telah musnah sepenuhnya.
Sebagai jalan tengah, akhirnya disusun dokumen yang menyatakan serangan berhasil merusak infrastruktur penting di Fordow dan membuat fasilitas pengayaan uranium tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu.
Dokumen itu juga menyebut serangan gabungan Israel-AS diperkirakan memundurkan program pengembangan senjata nuklir Iran selama bertahun-tahun, tetapi tidak menyatakan program tersebut telah dihancurkan sepenuhnya.
Iran Masih Punya Bahan Nuklir
Para ilmuwan Israel juga memasukkan catatan penting dalam dokumen tersebut.
Mereka menilai keberhasilan operasi militer hanya akan bertahan jika Iran tidak kembali memperoleh akses terhadap bahan nuklir yang masih dimilikinya.
Menurut laporan itu, Iran diperkirakan masih menyimpan sekitar 440 kilogram material fisil yang dinilai cukup untuk menghasilkan sekitar 11 senjata nuklir apabila diproses lebih lanjut.
Karena itu, para ahli menolak menyebut program nuklir Iran telah berakhir.
Berawal dari Klaim Trump
Kontroversi ini bermula setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran telah menghancurkan program nuklir Teheran.
Netanyahu kemudian mengadopsi narasi serupa dengan menyatakan dua ancaman eksistensial Israel—yakni program nuklir dan rudal balistik Iran—telah berhasil dilenyapkan.
Namun, laporan terbaru menunjukkan penilaian tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan analisis profesional komunitas intelijen Israel.
Hingga laporan itu dipublikasikan, baik kantor Perdana Menteri Israel maupun badan intelijen Israel belum memberikan tanggapan resmi.
Sumber: Yenisafak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Rencana Trump Jual Jet Tempur F-35 ke Turki Tuai Kritik, Dinilai Bisa Untungkan Rusia
- 2Piala Dunia 2026: Vozinha, ke Mana Saja Kamu Selama Ini?
- 3Terbatas! Cek Kode Redeem FF Resmi Hari Ini 4 Juli 2026 Sebelum Kedaluwarsa
- 4Trump Sindir Iran di Tengah Pemakaman Ali Khamenei: Kami Beri Waktu Seminggu karena Kami Baik
- 5Cara Nonton Piala Dunia 2026 di TVRI dari HP, Gratis Tanpa Ribet
- 6Kalender Jawa 3 Juli 2026: Weton Jumat Legi Berwatak Tegas, tapi Mudah Marah
- 7Intelijen Israel Bantah Klaim Netanyahu, Program Nuklir Iran Disebut Belum Hancur Total
- 8Balas Serangan ke Fasilitas Minyak, Rusia Hujani Kyiv dengan 74 Rudal dan 496 Drone, 21 Warga Tewas
- 9OTT KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin, Masih Diperiksa Intensif
- 1098 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital







