Akurat Logo

Krisis Anggaran, Militer Israel Bersiap Pangkas 10.000 Tentara Cadangan pada Akhir Juli

Fitra Iskandar | 6 Juli 2026, 09:02 WIB
Krisis Anggaran, Militer Israel Bersiap Pangkas 10.000 Tentara Cadangan pada Akhir Juli
Pasukan Israel. Foto: Reuters

AKURAT.CO Militer Israel dikabarkan tengah bersiap memangkas sekitar 10.000 personel tentara cadangan (reservis) pada akhir Juli 2026. Langkah ini diambil di tengah krisis anggaran yang semakin membebani pertahanan Israel setelah berbulan-bulan menjalankan operasi militer di berbagai front.

Laporan harian Israel Hayom menyebut jumlah reservis yang saat ini bertugas aktif akan dikurangi dari sekitar 60.000 menjadi 50.000 personel. Keputusan final diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Defisit Anggaran Paksa Militer Berhemat

Pemangkasan personel disebut menjadi bagian dari upaya militer Israel menekan pengeluaran setelah anggaran pertahanan mengalami tekanan besar akibat konflik yang berlangsung di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon.

Sejumlah media Israel, termasuk Yedioth Ahronoth dan Calcalist, melaporkan bahwa anggaran pertahanan kini mengalami kekurangan dana hingga puluhan miliar shekel.

Kondisi tersebut memaksa petinggi militer melakukan efisiensi, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap pasukan cadangan yang selama ini menjadi tulang punggung operasi keamanan.

Pasukan di Gaza dan Tepi Barat Ikut Terdampak

Pengurangan personel diperkirakan akan berdampak pada reservis yang bertugas di sistem pertahanan wilayah, termasuk pasukan yang menjaga permukiman Israel di sekitar Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Selain itu, sejumlah personel yang bertugas di markas besar militer juga dikabarkan masuk dalam daftar pengurangan.

Meski demikian, belum ada rincian resmi mengenai unit mana saja yang akan mengalami pemangkasan paling besar.

Kementerian Pertahanan dan Keuangan Berselisih

Rencana pengurangan pasukan muncul di tengah perbedaan pandangan antara Kementerian Pertahanan Israel dan Kementerian Keuangan terkait besaran anggaran militer.

Pihak militer menginginkan kenaikan anggaran dalam jumlah besar agar mampu mempertahankan operasi di berbagai wilayah konflik.

Namun, Kementerian Keuangan menolak permintaan tersebut karena khawatir akan memperlebar defisit anggaran negara.

Menurut laporan media lokal, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan sementara. Pemerintah bersedia menambah anggaran pertahanan dengan syarat militer mengurangi penggunaan pasukan cadangan dan melakukan efisiensi operasional.

Tekanan Perang Mulai Berdampak pada Keuangan Israel

Langkah pemangkasan sekitar 10.000 reservis menunjukkan besarnya tekanan finansial yang kini dihadapi Israel setelah konflik berkepanjangan di kawasan.

Meski operasi militer di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon masih terus berlangsung, pemerintah kini dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan antara kebutuhan pertahanan dan kondisi fiskal nasional yang semakin tertekan.

 Sumber: Yenisafak

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.