Krisis Anggaran, Militer Israel Bersiap Pangkas 10.000 Tentara Cadangan pada Akhir Juli

AKURAT.CO Militer Israel dikabarkan tengah bersiap memangkas sekitar 10.000 personel tentara cadangan (reservis) pada akhir Juli 2026. Langkah ini diambil di tengah krisis anggaran yang semakin membebani pertahanan Israel setelah berbulan-bulan menjalankan operasi militer di berbagai front.
Laporan harian Israel Hayom menyebut jumlah reservis yang saat ini bertugas aktif akan dikurangi dari sekitar 60.000 menjadi 50.000 personel. Keputusan final diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.
Defisit Anggaran Paksa Militer Berhemat
Pemangkasan personel disebut menjadi bagian dari upaya militer Israel menekan pengeluaran setelah anggaran pertahanan mengalami tekanan besar akibat konflik yang berlangsung di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon.
Sejumlah media Israel, termasuk Yedioth Ahronoth dan Calcalist, melaporkan bahwa anggaran pertahanan kini mengalami kekurangan dana hingga puluhan miliar shekel.
Kondisi tersebut memaksa petinggi militer melakukan efisiensi, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap pasukan cadangan yang selama ini menjadi tulang punggung operasi keamanan.
Pasukan di Gaza dan Tepi Barat Ikut Terdampak
Pengurangan personel diperkirakan akan berdampak pada reservis yang bertugas di sistem pertahanan wilayah, termasuk pasukan yang menjaga permukiman Israel di sekitar Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Selain itu, sejumlah personel yang bertugas di markas besar militer juga dikabarkan masuk dalam daftar pengurangan.
Meski demikian, belum ada rincian resmi mengenai unit mana saja yang akan mengalami pemangkasan paling besar.
Kementerian Pertahanan dan Keuangan Berselisih
Rencana pengurangan pasukan muncul di tengah perbedaan pandangan antara Kementerian Pertahanan Israel dan Kementerian Keuangan terkait besaran anggaran militer.
Pihak militer menginginkan kenaikan anggaran dalam jumlah besar agar mampu mempertahankan operasi di berbagai wilayah konflik.
Namun, Kementerian Keuangan menolak permintaan tersebut karena khawatir akan memperlebar defisit anggaran negara.
Menurut laporan media lokal, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan sementara. Pemerintah bersedia menambah anggaran pertahanan dengan syarat militer mengurangi penggunaan pasukan cadangan dan melakukan efisiensi operasional.
Tekanan Perang Mulai Berdampak pada Keuangan Israel
Langkah pemangkasan sekitar 10.000 reservis menunjukkan besarnya tekanan finansial yang kini dihadapi Israel setelah konflik berkepanjangan di kawasan.
Meski operasi militer di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon masih terus berlangsung, pemerintah kini dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan antara kebutuhan pertahanan dan kondisi fiskal nasional yang semakin tertekan.
Sumber: Yenisafak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







