Trump Sebut Tangisan Pelayat Khamenei 'Air Mata Palsu', Prosesi Pemakaman Masih Berlangsung
AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut tangisan para pelayat dalam prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai "air mata palsu". Pernyataan tersebut disampaikan di tengah masih berlangsungnya rangkaian pemakaman yang dihadiri jutaan warga Iran.
Prosesi penghormatan terakhir kepada Ali Khamenei telah berlangsung sejak Sabtu (4/7/2026). Jenazah disemayamkan di kompleks Grand Mosalla, Teheran, sebelum dijadwalkan dimakamkan pada 9 Juli 2026.
Trump mengaku terkejut melihat besarnya jumlah pelayat yang memadati jalan-jalan ibu kota Iran. Ia kemudian mempertanyakan ketulusan kesedihan masyarakat yang hadir dengan menyebut tangisan mereka sebagai "air mata palsu".
Baca Juga: Trump Desak NATO Naikkan Anggaran Pertahanan 5 Persen PDB, Militer Eropa Masih Bergantung pada AS
Pernyataan tersebut muncul ketika jutaan warga Iran terus mengikuti berbagai tahapan prosesi penghormatan terakhir terhadap tokoh yang selama puluhan tahun memimpin Republik Islam Iran.
Selama masa persemayaman, pemerintah Iran membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir dalam seremoni perpisahan yang berlangsung siang dan malam. Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya pelayat yang datang dari berbagai wilayah Iran.
Untuk mendukung kelancaran prosesi, pemerintah Iran menetapkan hari libur di Teheran sejak Sabtu (4/7/2026) hingga Senin (6/7/2026). Kebijakan tersebut berlaku bagi kantor-kantor pemerintah maupun swasta guna memudahkan masyarakat mengikuti rangkaian pemakaman.
Setelah seluruh prosesi penghormatan di Teheran selesai, jenazah Ali Khamenei dijadwalkan dibawa menuju sejumlah kota suci Syiah di Irak, yakni Najaf dan Karbala. Selanjutnya, jenazah akan dimakamkan pada Kamis (9/7/2026) di kompleks Makam Imam Reza, Kota Mashhad, yang juga merupakan kota kelahirannya.
Prosesi pemakaman Ali Khamenei menjadi salah satu upacara kenegaraan terbesar yang pernah digelar Iran dalam beberapa dekade terakhir. Kehadiran jutaan pelayat menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap peristiwa tersebut, meskipun di saat yang sama memunculkan berbagai reaksi dari komunitas internasional, termasuk komentar kontroversial Presiden Donald Trump mengenai suasana berkabung di Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







