Akurat Logo

Hamas Bubarkan Komite Darurat Gaza, Klaim Ingin Tutup Alasan Israel Hambat Kesepakatan Gencatan Senjata

Fitra Iskandar | 7 Juli 2026, 10:21 WIB
Hamas Bubarkan Komite Darurat Gaza, Klaim Ingin Tutup Alasan Israel Hambat Kesepakatan Gencatan Senjata
Ilustrasi HAMAS. Foto: Middleeastinstitute

AKURAT.CO Hamas mengumumkan pembubaran Komite Darurat Gaza sebagai bagian dari langkah politik yang diklaim bertujuan memperlancar implementasi kesepakatan gencatan senjata dan menghilangkan alasan Israel untuk menghambat proses tersebut.

Keputusan itu diumumkan pada Senin (7/7/2026). Hamas menyatakan seluruh kewenangan komite kini dialihkan kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, sebuah badan teknokrat yang dipersiapkan untuk mengambil alih pengelolaan sipil di Jalur Gaza.

Hamas: Demi Kepentingan Nasional

Dalam pernyataan resminya, Hamas menyebut pembubaran komite dilakukan demi kepentingan nasional Palestina sekaligus membuka jalan bagi pemerintahan sipil yang lebih luas.

"Pembubaran Komite Darurat dilakukan demi kepentingan nasional dan untuk mencegah Israel menggunakan berbagai alasan guna menghambat proses yang sedang berjalan," demikian pernyataan Hamas.

Juru Bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan organisasi tersebut telah mengambil langkah positif dengan menyerahkan pengelolaan administrasi kepada komite teknokrat.

"Hari ini kami mengambil langkah positif lainnya untuk menutup semua alasan yang digunakan Israel. Sekarang bola berada di tangan para mediator," ujar Qassem kepada Al Jazeera.

Hamas Desak Mediator Tekan Israel

Hamas menegaskan telah memenuhi seluruh komitmennya dalam proses perdamaian dan kini meminta negara-negara mediator serta Amerika Serikat mendorong Israel agar tidak menghambat implementasi kesepakatan.

Organisasi tersebut juga mendesak agar Komite Nasional Administrasi Gaza segera diizinkan memasuki Jalur Gaza dan mulai menjalankan tugasnya.

"Kami menyerukan kepada para mediator dan negara-negara penjamin untuk segera bertindak serta menekan pendudukan agar menghentikan upaya menghalangi pelaksanaan kesepakatan," kata Hamas.

Menurut Hamas, langkah tersebut diperlukan untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Gaza yang telah terdampak perang berkepanjangan.

Komite Teknokrat Bersiap Ambil Alih

Sumber Hamas kepada kantor berita AFP menyebut organisasi itu telah memutuskan membubarkan komite pemerintahan yang selama ini mengelola Gaza.

Sebagai gantinya, seorang pejabat yang diterima seluruh pihak akan memimpin pemerintahan sementara hingga Komite Nasional Administrasi Gaza resmi mengambil alih seluruh kewenangan.

Media berbahasa Arab Asharq Al Awsat melaporkan komite teknokrat tersebut akan dipimpin Ali Shaath, yang sebelumnya ditunjuk sebagai Kepala Komisioner Komite Nasional Administrasi Gaza pada awal 2026 melalui mediasi Qatar, Mesir, dan Turki.

Masih Diragukan Sejumlah Pihak

Meski demikian, sejumlah sumber Palestina dan kalangan diplomatik menilai pembentukan pemerintahan teknokrat belum tentu cukup untuk menyelesaikan persoalan politik maupun keamanan di Jalur Gaza.

Mereka menilai proses transisi kekuasaan masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait penerimaan semua pihak dan implementasi di lapangan.

Sementara itu, sumber-sumber Hamas dan sejumlah faksi Palestina mengungkapkan bahwa putaran baru perundingan diperkirakan segera digelar di Kairo, Mesir, dalam beberapa hari ke depan.

Pertemuan tersebut bertujuan mempersempit perbedaan terkait tahap kedua kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza, yang hingga kini masih berlangsung rapuh di tengah situasi kemanusiaan yang belum stabil.

Sumber: JPost

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.